Berbagi dan Peduli: Siswa Kelas X E2 MAN 1 Bantul Pengajian dan Bakti Sosial di Panti Asuhan Disabilitas Mukti Insani

BANTUL (MAN 1 Bantul) – Siswa kelas X E2 MAN 1 Bantul melaksanakan kegiatan pengajian dan bakti sosial di Panti Asuhan Disabilitas Mukti Insani pada Sabtu (30/5/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus sarana memperkuat karakter religius peserta didik, serta rangkaian program perayaan Idul Adha. Rombongan siswa dan guru pendamping disambut hangat oleh penghuni panti melalui penampilan sholawat yang diiringi alunan gamelan. Suasana penuh keakraban dan kekhidmatan langsung terasa sejak awal kegiatan.

Panti Asuhan Disabilitas Mukti Insani saat ini menaungi 25 orang penyandang disabilitas dengan berbagai kondisi. Meski memiliki keterbatasan fisik maupun intelektual, para penghuni panti menunjukkan semangat, keceriaan, dan antusiasme yang luar biasa dalam menyambut para tamu. Interaksi yang terjalin selama kegiatan memberikan pengalaman berharga bagi siswa untuk belajar tentang rasa syukur, empati, dan menghargai keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan pengajian yang disampaikan oleh Muhammad Rava Al Jashar. Dalam tausiyahnya, Rava mengajak seluruh peserta untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama serta memperkuat keimanan melalui amal kebaikan. Setelah pengajian, suasana semakin meriah dengan permainan tebak gerakan yang dipandu oleh Zashinta Nur Aulia dan Kayla Adalwiyah. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti permainan yang berlangsung penuh tawa dan kebersamaan. Pada akhir kegiatan, wali kelas X E2, Nurdianta, menyerahkan bantuan berupa beras secara simbolis kepada pengurus panti sebagai wujud kepedulian dan dukungan kepada para penghuni.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kegiatan pengajian dan bakti sosial seperti ini merupakan implementasi nyata nilai-nilai religius yang diajarkan di madrasah. Selain memperkuat hubungan peserta didik dengan Allah Swt., kegiatan ini juga berperan penting dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa melalui pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat yang memiliki latar belakang dan kondisi berbeda” ujar Mafrudah. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk membentuk generasi yang beriman, berempati, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi, serta mewujudkan karakter siswa yang religius dan cerdas dalam tagline CADAS BERKELAS. (dyn)