BANTUL (MAN 1 Bantul) – Pembelajaran Sosiologi tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Melalui pendekatan kontekstual, murid dapat belajar memahami nilai-nilai sosial secara langsung dari lingkungan sekitarnya. Hal inilah yang dilakukan Guru Sosiologi MAN 1 Bantul, Mardiana Rahmawati, S.Sos., saat mengajak murid melakukan praktik merawat tanaman di lingkungan madrasah pada Jumat (8/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran yang mengaitkan materi Sosiologi dengan kesadaran sosial dan lingkungan. Murid diajak memahami bahwa hubungan manusia dengan lingkungan merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Lingkungan yang bersih, hijau, dan terawat tidak terwujud secara instan, melainkan melalui kerja sama dan kepedulian seluruh anggota masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, murid bersama-sama menata tanaman, membersihkan area taman, serta mempelajari cara merawat tanaman agar tetap tumbuh dengan baik. Selain melatih keterampilan, kegiatan ini juga menjadi media untuk menanamkan nilai gotong royong dan tanggung jawab sosial.
Mardiana Rahmawati, S.Sos., menjelaskan bahwa Sosiologi tidak hanya mempelajari teori tentang masyarakat, tetapi juga bagaimana individu berperan dalam menciptakan lingkungan sosial yang baik.
“Dalam Sosiologi, murid belajar bahwa manusia adalah makhluk sosial yang hidup berdampingan dengan sesama dan lingkungannya. Melalui kegiatan merawat tanaman ini, mereka belajar tentang kerja sama, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap ruang publik yang digunakan bersama. Ini merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai yang dipelajari dalam Sosiologi,” jelas Mardiana.
Kegiatan pembelajaran di luar kelas tersebut disambut antusias oleh para murid. Mereka terlihat aktif berdiskusi dan saling membantu saat melakukan perawatan tanaman. Suasana belajar yang berbeda membuat murid lebih mudah memahami keterkaitan antara teori dan praktik dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi inovasi pembelajaran yang dilakukan guru untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi murid.
“Pembelajaran yang dikaitkan dengan kehidupan nyata akan lebih mudah dipahami dan diingat oleh murid. Selain memperkuat pemahaman materi, kegiatan seperti ini juga mampu membentuk karakter peduli lingkungan, kerja sama, dan tanggung jawab yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat,” tutur Mafrudah.
Salah satu murid yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku mendapatkan pengalaman baru dari pembelajaran Sosiologi yang berbeda dari biasanya.
“Kami jadi lebih memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi tanggung jawab bersama. Dari kegiatan ini kami belajar bahwa kerja sama yang baik dapat menciptakan lingkungan yang nyaman untuk semua,” ungkapnya.
Melalui pembelajaran berbasis praktik seperti ini, MAN 1 Bantul terus berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesadaran sosial murid. Kegiatan ini sekaligus mendukung terwujudnya generasi CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi) yang peduli terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya. (ad)

