Hadapi ASAT dengan Hati Tenang, Siswa MAN 1 Bantul Awali Hari dengan Sholat Dhuha

BANTUL (MAN 1 Bantul) – Ratusan siswa MAN 1 Bantul memulai pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) dengan mengikuti sholat dhuha berjamaah di Masjid Roudhotul Muttaqin, Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari budaya religius madrasah dalam membangun kesiapan mental, spiritual, dan akademik peserta didik.

Sejak pagi, para siswa tampak memenuhi masjid untuk melaksanakan sholat dhuha dan memanjatkan doa bersama. Suasana khusyuk dan penuh harap mewarnai kegiatan tersebut. Melalui pembiasaan ini, siswa diajak untuk menumbuhkan keyakinan bahwa setiap usaha perlu diiringi dengan doa dan tawakal kepada Allah SWT.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa keberhasilan dalam asesmen tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan mental dan spiritual.

“Kami ingin membangun kesadaran bahwa kesuksesan bukan hanya hasil dari belajar yang tekun, tetapi juga kedekatan kepada Allah SWT. Dengan sholat dhuha, siswa diharapkan memperoleh ketenangan hati sehingga mampu menghadapi asesmen dengan lebih percaya diri dan optimis,” tuturnya.

Menurutnya, budaya religius yang diterapkan di madrasah merupakan bagian dari upaya membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat dan spiritualitas yang baik.

Sementara itu, Kepala Unit Keagamaan MAN 1 Bantul, Nor Cholis, S.Ag., M.S.I., menjelaskan bahwa pembiasaan ibadah sebelum asesmen telah menjadi tradisi positif yang terus dijaga.

“Kami ingin membangun mindset bahwa ujian bukan sekadar mengukur kemampuan akademik, tetapi juga melatih kesiapan diri dalam menghadapi tantangan. Melalui sholat dhuha, siswa belajar untuk lebih tenang, disiplin, dan berserah diri kepada Allah SWT setelah berusaha maksimal,” jelasnya.

Salah satu siswa kelas XE2, Muhammad Rava Aljashar, mengaku lebih siap menghadapi asesmen setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Sholat dhuha membuat saya lebih tenang dan tidak terlalu tegang. Setelah berdoa bersama, saya merasa lebih percaya diri untuk mengerjakan soal-soal ASAT,” ungkapnya.

Melalui pembiasaan sholat dhuha sebelum pelaksanaan ASAT, MAN 1 Bantul terus memperkuat budaya madrasah yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kecerdasan spiritual. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam mewujudkan peserta didik yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia sesuai semangat CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (ad)