Bantul (MAN 1 Bantul) – Guna memastikan seluruh target kompetensi dasar dan capaian pembelajaran semester genap terpenuhi secara optimal, MAN 1 Bantul menggelar program pembelajaran tambahan khusus untuk mata pelajaran Tata Busana Kelas X (Fase E). Kegiatan ini dilaksanakan selama pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT), memanfaatkan jeda waktu setelah siswa menyelesaikan ujian harian mereka. Program dimulai pada Kamis (4/6/2026) dan berlangsung setiap hari dari pukul 12.15–14.15 WIB.
Langkah progresif ini diambil sebagai strategi madrasah agar para siswa tidak hanya siap secara teori, tetapi juga matang dalam penguasaan keterampilan praktis yang menjadi inti dari pembelajaran vokasi Tata Busana. Pembelajaran tambahan ini difokuskan pada materi-materi esensial semester genap yang membutuhkan waktu pengerjaan intensif, seperti penyelesaian analisis desain, pembuatan pola dasar, hingga teknik menjahit tingkat dasar.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I, memberikan apresiasi tinggi dan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Menurut Mafrudah, pemanfaatan waktu pasca-ASAT untuk kegiatan akademis produktif sangat efektif untuk menjaga ritme belajar siswa.
“Pembelajaran tambahan ini adalah langkah cerdas untuk memastikan tidak ada learning loss atau materi yang menggantung. Kita ingin memastikan siswa Kelas X siap melangkah ke Fase F (Kelas XI) dengan fondasi keterampilan Tata Busana yang benar-benar kokoh dan tuntas,” ujar Mafrudah saat meninjau langsung jalannya kelas tambahan.
Meskipun dilaksanakan setelah masa ujian tertulis selesai, para siswa Kelas X menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Suasana ruang praktik Tata Busana tampak hidup dengan aktivitas siswa yang fokus menyelesaikan proyek busana mereka.
Selain mengasah keterampilan teknis menjahit dan pola, dalam kelas tambahan ini guru pengampu juga menyelipkan penguatan aspek literasi dan numerasi praktis, seperti ketepatan menghitung skala pola, kalkulasi kebutuhan bahan (pakan dan lungsin), serta pemahaman instruksi kerja tertulis.
Dengan adanya program ini, target kurikulum Merdeka untuk Fase E di bidang Tata Busana dipastikan dapat tercapai 100% sebelum tahun ajaran baru dimulai, sekaligus menghasilkan portofolio karya siswa yang berkualitas.
“Kami sangat bangga melihat semangat dan ketekunan siswa E6 dan E 7 dalam menyelesaikan tugas praktik Tata Busana Keterbatasan waktu yang diberikan ( setelah ASAT ) Di sinilah nilai-nilai CADAS BERKELAS terimplementasi,” ujar Mafrudah.
Proses ‘menjahit’ ini mengajarkan kesabaran dan ketelitian yang merupakan inti dari pembentukan karakter. Kami akan terus mendorong siswa untuk eksplorasi potensi diri melalui pengalaman praktik langsung, menjadikan aktifitas tersebut sebagai medium untuk melahirkan generasi yang CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (Trsmy)

