ASN Lebih dari Sekadar Seragam, MAN 1 Bantul Perkuat Nilai BerAKHLAK melalui Pembinaan Pegawai

BANTUL (MAN 1 Bantul) – Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan sekadar mengenakan seragam dan menjalankan rutinitas pekerjaan. Lebih dari itu, ASN dituntut memiliki integritas, kompetensi, serta komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Pembinaan Pegawai MAN 1 Bantul yang mengangkat tema “Meningkatkan Kompetensi dan Profesionalisme ASN”, Senin (8/6/2026), di Aula MAN 1 Bantul.

Kegiatan yang diikuti seluruh ASN MAN 1 Bantul ini menghadirkan Husni Tamrin, S.E., Analis Kepegawaian Ahli Madya Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia mengajak seluruh peserta untuk memahami makna ASN secara lebih mendalam, bukan hanya sebagai profesi, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.

“ASN bukan sekadar seragam yang dikenakan setiap hari. ASN adalah agen perubahan yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik, menjaga integritas, dan menjadi teladan di lingkungan kerja maupun masyarakat,” tegas Husni Tamrin di hadapan peserta.

Ia menjelaskan bahwa profesionalisme ASN harus dibangun melalui peningkatan kompetensi yang berkelanjutan, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, serta komitmen dalam menjalankan tugas sesuai nilai-nilai dasar ASN. Menurutnya, tantangan birokrasi dan dunia kerja yang terus berkembang menuntut ASN untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri.

Dalam kesempatan tersebut, Husni Tamrin juga mengulas secara mendalam Core Values ASN Kementerian Agama, BerAKHLAK, yang menjadi landasan budaya kerja seluruh ASN. Nilai-nilai tersebut meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Menurutnya, nilai BerAKHLAK bukan sekadar slogan yang dipasang di dinding kantor, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku dan budaya kerja sehari-hari. ASN dituntut mampu memberikan pelayanan yang ramah dan berkualitas, bekerja secara profesional, menjaga akuntabilitas, serta membangun kerja sama yang baik demi kemajuan organisasi.

“Ketika nilai-nilai BerAKHLAK benar-benar diimplementasikan, maka ASN akan mampu memberikan dampak positif bagi institusi dan masyarakat. Profesionalisme tidak hanya terlihat dari kemampuan bekerja, tetapi juga dari sikap, etika, dan tanggung jawab yang ditunjukkan,” jelasnya.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas materi yang diberikan. Ia berharap kegiatan pembinaan tersebut dapat menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kualitas diri.

“Sebagai ASN Kementerian Agama, kita memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik dan menjaga nama baik institusi. Nilai-nilai BerAKHLAK harus menjadi karakter yang melekat dalam setiap pelaksanaan tugas sehingga mampu mendukung kemajuan madrasah,” ungkap Mafrudah.

Suasana pembinaan berlangsung penuh perhatian dan antusiasme. Para peserta mengikuti materi dengan serius serta aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi ASN dalam menjalankan tugas di era modern. Berbagai contoh kasus dan pengalaman lapangan yang disampaikan narasumber semakin memperkaya wawasan peserta mengenai pentingnya profesionalisme dan budaya kerja yang positif.

Melalui kegiatan ini, MAN 1 Bantul berharap seluruh ASN semakin memahami bahwa pengabdian sebagai aparatur negara bukan hanya tentang menjalankan pekerjaan, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat, memberikan pelayanan terbaik, dan menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan pembinaan tersebut sekaligus menjadi langkah nyata MAN 1 Bantul dalam memperkuat budaya kerja ASN BerAKHLAK serta mendukung terwujudnya madrasah yang unggul, profesional, dan berintegritas sesuai dengan semangat CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (ad)