BANTUL (MAN 1 Bantul) – Dalam upaya memperkuat tata kelola birokrasi dan mutu pelayanan publik, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bantul menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Kompetensi dan Profesionalisme Kepegawaian bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada senin siang (8/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula madrasah ini menghadirkan nara sumber: Husni Tamrin, S.E., Analis Kepegawaian Ahli Madya dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta. Agenda ini dilaksanakan sebagai langkah strategis dalam menginternalisasi regulasi terbaru mengenai kedisiplinan dan kinerja aparatur negara di lingkungan Kementerian Agama.
Sosialisasi ini difokuskan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai hak, kewajiban, serta pemenuhan target kinerja ASN. Manfaat utama dari pembinaan profesionalisasi kepegawaian dari Kanwil Kemenag ini meliputi tiga hal. Pertama, Peningkatan Disiplin: Menanamkan kepatuhan terhadap jam kerja, regulasi, dan kode etik ASN secara konsisten. Kedua, Penguatan Integritas: Menjaga moralitas dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas, bebas dari segala bentuk penyelewengan. Ketiga, Peningkatan Kompetensi: Memastikan setiap ASN (PNS dan PPPK) memiliki kecakapan yang adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan digital. Output Utama dari kegiatan ini adalah mewujudkan pelayanan publik dan tata kelola birokrasi di lingkungan Kementerian Agama, khususnya di MAN 1 Bantul, yang lebih optimal, akurat, dan tepat sasaran.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dan komitmen penuh dari seluruh elemen madrasah, mulai dari jajaran pimpinan hingga staf tata usaha.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa pembinaan ini merupakan momentum krusial untuk menyegarkan kembali komitmen pengabdian para pegawai.
“Sosialisasi dari Kanwil Kemenag ini menjadi pengingat sekaligus pemacu semangat kami. Sebagai ASN, disiplin dan integritas bukan lagi sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan karakter. Dengan birokrasi yang bersih dan kompeten, kita optimis MAN 1 Bantul dapat terus memberikan layanan pendidikan terbaik dan melahirkan generasi yang hebat.” ungkap Mafrudah.
Guru Matematika MAN 1 Bantul, Kartika Nur Oktaviani, S.Si., M.Pd., menyampaikan sudut pandangnya terkait dampak pembinaan ini terhadap proses belajar mengajar.
“Kami sebagai pendidik merasa sangat terbantu dengan adanya pembinaan ini. Penjelasan mengenai profesionalisasi kepegawaian membuat kami semakin memahami batasan regulasi dan tanggung jawab kinerja. Hal ini memotivasi kami untuk menyusun perangkat pembelajaran yang lebih akurat serta adaptif demi kemajuan siswa.” tegas Nur Oktaviani.
Senada dengan guru, staf administrasi/pegawai, Darto, juga menekankan pentingnya aspek akurasi layanan.
“Bagi kami di bagian pelayanan administrasi dan tata usaha, materi tentang ketepatan sasaran birokrasi sangatlah relevan. Kami berkomitmen untuk menerapkan poin-poin kedisiplinan yang telah dipaparkan agar urusan administrasi siswa, orang tua, maupun sesama rekan kerja dapat diselesaikan secara cepat, tepat, dan transparan.” pungkas Darto.
Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab mengenai pengisian e-kinerja serta pengelolaan angka kredit terbaru. Melalui pembinaan ini, seluruh civitas akademika MAN 1 Bantul siap bergerak bersama mewujudkan birokrasi Kementerian Agama yang bersih melayani. Hal ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi.” (Chr)

