BANTUL( MAN 1 Bantul) – Dalam upaya meningkatkan kualitas fasilitas ibadah serta mendukung kesehatan lingkungan madrasah, MAN 1 Bantul resmi memulai proyek pembangunan tempat wudhu permanen.
Suasana pada Senin (15/6/2026) di bawah Masjid Raudhatul Muttaqin tampak sibuk. Sejumlah pekerja bangunan mulai membongkar area tempat wudhu yang lama. Pembongkaran ini menjadi langkah awal dari pengerjaan ulang fasilitas bersuci tersebut agar menjadi lebih kokoh, representatif, dan permanen.
Pembangunan fasilitas ini bukan sekadar peremajaan fisik, melainkan membawa sejumlah manfaat besar bagi ekosistem madrasah. Pertama, dengan fasilitas yang lebih luas dan memadai, kegiatan ibadah sehari-hari, seperti sholat berjamaah dapat berjalan dengan lebih tertib. Siswa tidak perlu lagi mengantre panjang yang berpotensi memotong waktu istirahat atau jam pelajaran.
Kedua, desain baru ini difokuskan untuk mendukung standar Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Area wudhu yang dirancang dengan baik akan mencegah lantai menjadi becek, mengurangi risiko siswa terpeleset, dan menjaga lingkungan sekitar masjid tetap higienis.
Ketiga, fasilitas yang bersih dan nyaman diharapkan pula mampu menanamkan kesadaran mendalam pada diri siswa akan pentingnya bersuci (thaharah) dan menyempurnakan wudhu sebelum melaksanakan ibadah.
Keempat, melalui desain yang ergonomis, proses wudhu menjadi lebih mengalir dan efisien. Selain menghemat waktu tunggu siswa, sistem keran yang baru juga dirancang untuk menggunakan air secara lebih bijak dan mencegah pemborosan.
Kepala Madrasah, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menganggap penting untuk segera diwujudkan.
“Pembangunan tempat wudhu permanen ini adalah langkah strategis kami dalam merealisasikan madrasah yang sehat dan nyaman. Kami ingin memastikan bahwa sarana ibadah di MAN 1 Bantul tidak hanya menampung kuantitas siswa, tetapi juga berkualitas secara higienitas. Jika sarana bersucinya nyaman dan bersih, insyaallah anak-anak kita bisa beribadah dengan lebih khusyuk dan tertib.” terang Mafrudah.
Sementara itu Wakil Kepala Madrasah Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras), Mukrimudin, S.Ag., berpendapat yang sama akan pentingnya membangun tempat wudhu yang baru dan permanen.
“Fasilitas lama memang sudah waktunya direnovasi karena sering memicu antrean panjang dan area sekitarnya mudah becek. Dalam desain yang baru ini, kami menerapkan konsep ergonomis dan ramah lingkungan. Penataan pipa dan keran diatur sedemikian rupa agar debit air efisien, tidak terbuang sia-sia, dan material lantainya dipilih yang tidak licin demi keselamatan bersama.” ujar Mukrimudin.
Guru Fikih yang sekaligus Kepala Unit Keaamaan, Nor Cholis, S.Ag., M.S.I., menyambut baik dimulainya pembanunan tempat wudhu yang baru.
“Sebagai pendidik, kami sangat menyambut baik proyek ini. Dalam pelajaran Fikih, kita selalu mengajarkan pentingnya menyempurnakan wudhu (isbaghul wudhu). Dengan adanya tempat wudhu yang representatif dan bersih ini, siswa bisa langsung mempraktikkan teori bersuci dengan benar tanpa harus terburu-buru karena dikejar antrean. Ini bagian penting dari pembentukan karakter mereka.” ungkap Nor Cholis.
Proses renovasi ini diharapkan dapat selesai tepat waktu agar bisa segera digunakan oleh seluruh siswa, guru, dan pegawai MAN 1 Bantul demi kelancaran aktivitas ibadah di madrasah.Pembangunan ini merupakan wujud komitmen madrasah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga madrasah, baik dari sisi spiritual maupun kesehatan lingkungan. Hal ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr)

