BANTUL (MAN 1 Bantul) – Dalam rangka menyetarakan kemampuan dasar, mengefisiensikan waktu pembelajaran agama, serta mendukung tercapainya visi dan standar mutu kelembagaan dalam bidang pendidikan karakter dan keagamaan, MAN 1 Bantul mewajibkan penyelesaian program matrikulasi tuntas Iqro’ bagi seluruh siswa sebelum kenaikan kelas.
Pantauan di lingkungan madrasah pada Selasa pagi (23/6/2026) menunjukkan dinamika yang luar biasa. Banyak siswa yang belum menuntaskan capaian Iqro’-nya tampak antusias sekaligus bergegas mencari guru pembimbing masing-masing untuk merampungkannya agar dapat memenuhi syarat kenaikan kelas.
Program matrikulasi tuntas Iqro’ ini dirancang untuk memberikan fondasi baca Al-Qur’an yang seragam bagi seluruh siswa. Melalui langkah standardisasi kemampuan ini, madrasah berkomitmen menghilangkan kesenjangan start membaca Al-Qur’an yang kerap terjadi akibat latar belakang pendidikan asal siswa yang berbeda-beda.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mendukung sepenhnya kerja keras tim pengampu matrikulasi ini.
“Program ini adalah pengejawantahan dari visi madrasah dalam mencetak generasi yang berkarakter islami dan unggul. Kami ingin memastikan tidak ada satu pun siswa MAN 1 Bantul yang tertinggal dalam kemampuan dasar membaca Al-Qur’an. Standardisasi ini sangat krusial agar proses pembelajaran al-Islam ke depan berjalan lebih efisien dan akseleratif.” ujar Mafrudah.
Salah satu Guru Pembimbing Keagamaan, Zidda Mufida, S.Ag., merasa senang akan kesadaran siswa yang antusias untuk menuntaskan program matrikulasi ini.
“Momentum menjelang kenaikan kelas seperti pagi ini memang sangat padat, namun kami sangat mengapresiasi semangat dan perjuangan anak-anak. Melalui matrikulasi ini, kami bisa memetakan dan menyamakan persepsi tajwid serta makhorijul huruf mereka, sehingga saat mereka naik kelas, semua sudah siap masuk ke tahapan tadarus Al-Qur’an yang lebih mendalam.” ungkap Zidda.
Perwakilan Siswa Peserta Matrikulasi, Dhiodaffa Berlian, Kelas X E4, menyatakan masih merasa belum tenang bila belum lulus program atrikulasi.
“Awalnya sempat merasa tegang karena dikejar target sebelum kenaikan kelas, sampai harus berebut mencari guru pembimbing pagi ini. Tapi setelah dijalani, saya sangat bersyukur. Program ini membantu saya memperbaiki bacaan yang awalnya masih terbata-bata karena dulu di sekolah asal porsi bimbingannya berbeda. Sekarang saya merasa lebih percaya diri.” Kata Dhio.
Dengan tuntasnya program matrikulasi ini, MAN 1 Bantul optimis bahwa mutu lulusan dalam aspek literasi Al-Qur’an akan semakin kokoh, sekaligus menjadi pilar utama dalam penguatan ekosistem pendidikan karakter yang berbasis pada nilai-nilai Qur’ani di lingkungan madrasah. Hal ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr).

