Bantul (MAN 1 Bantul) – Rapat Kerja (Raker) Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026 yang digelar di MAN 1 Bantul pada Rabu (24/06/2026) menjadi ajang penguatan arah kebijakan madrasah aliyah di DIY. Dalam forum tersebut, Hj. Anita Isdarmini, S.Pd., M.Hum., Ketua Tim/Sub Koordinator Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama DIY, menegaskan sejumlah langkah penting yang harus segera dipersiapkan madrasah pada tahun ajaran baru.
Raker yang mengusung tema “Akselerasi Transformasi Digital dalam Mewujudkan Madrasah Aliyah yang Maju, Bermutu, dan Mendunia” ini diikuti oleh kepala madrasah aliyah se-DIY. Selain membahas program kerja KKMA, kegiatan juga menghadirkan tanggapan dari Kanwil Kementerian Agama DIY terkait penguatan kurikulum, ekologi, dan budaya mutu madrasah.
Dalam arahannya, Anita menyampaikan bahwa madrasah akan melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Ekologi dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada tahun ajaran baru. Ia menekankan pentingnya kesiapan madrasah dalam menindaklanjuti program tersebut secara terencana dan terukur.
“Madrasah harus siap melaksanakan Bimtek ekologi dan Kurikulum Berbasis Cinta. Instrumen KBC juga harus disiapkan sejak awal agar pelaksanaannya berjalan baik dan terdokumentasi dengan jelas,” ujarnya.
Anita juga menyoroti pentingnya penguatan penelitian di lingkungan madrasah. Menurutnya, hasil penelitian yang telah selesai perlu segera diunggah sebagai bentuk publikasi dan kontribusi nyata terhadap pengembangan pendidikan madrasah. Ia juga mendorong madrasah untuk mencari instruktur dari luar Yogyakarta guna memperkaya wawasan dan kualitas pelaksanaan program.
Selain itu, Anita meminta madrasah menyiapkan papan informasi yang memuat identitas program prioritas, seperti implementasi KBC, Panca Cinta, dan Tujuh Kebiasaan Baik Anak Indonesia. Menurutnya, keberadaan papan tersebut penting sebagai pengingat sekaligus penguat budaya madrasah yang berkarakter.
Pada kesempatan yang sama, Anita menegaskan bahwa madrasah negeri wajib melaksanakan program Adiwiyata, Madrasah Sehat, Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), dan Zona Integritas (ZI). Keempat program tersebut, katanya, merupakan bagian dari penguatan tata kelola dan budaya mutu yang harus diwujudkan secara nyata di satuan pendidikan.
“Program-program itu bukan hanya kewajiban administratif, tetapi harus menjadi budaya madrasah yang hidup dan memberi dampak langsung pada kualitas layanan pendidikan serta pembentukan karakter peserta didik,” tegasnya.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyambut baik arahan yang disampaikan Kanwil Kementerian Agama DIY. Menurutnya, berbagai kebijakan tersebut sejalan dengan komitmen MAN 1 Bantul dalam membangun madrasah yang unggul, sehat, berkarakter, dan berwawasan lingkungan.
“Berbagai arahan ini menjadi penguat bagi madrasah untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu layanan pendidikan. MAN 1 Bantul siap mendukung implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, program ekologi, serta penguatan karakter dan tata kelola madrasah yang berkualitas,” ungkap Mafrudah.
Melalui Raker KKMA DIY Tahun 2026 ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antar madrasah aliyah dalam mewujudkan pendidikan yang adaptif, berkarakter, dan berorientasi pada mutu. Semangat kolaborasi tersebut selaras dengan komitmen MAN 1 Bantul sebagai madrasah CADAS Berkelas yang terus menghadirkan layanan pendidikan unggul, berprestasi, dan berdaya saing global. (Maf)

