Hadiri Pengukuhan Tim Kemenag, Kepala MAN 1 Bantul Siap Akselerasikan Program Mandatori Ekoteologi

BANTUL (MAN 1 Bantul) — Kepala MAN 1 Bantul menghadiri undangan penting acara Pengukuhan Tim Ekoteologi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bantul pada Selasa (7/7/2026). Bertempat di Ruang Aula Lantai 2 Kantor Kemenag Bantul, acara yang dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh sedikitnya 50 peserta undangan dari berbagai unsur di lingkungan Kemenag Bantul.

Setelah resmi melantik Tim Ekoteologi yang baru, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bantul Muntolib, S.Ag., M.S.I. menyampaikan sambutan dan arahan strategis. Dalam poin-poin penyampaiannya, Beliau menekankan lima hal krusial:

  1. Mandatori Menteri Agama: Program Ekoteologi merupakan mandat langsung dari Menteri Agama yang telah secara masif digulirkan sejak tahun 2024, salah satunya diawali dengan gerakan penanaman sejuta pohon matoa.
  2. Peran Khalifah fil Ardhi: Manusia memiliki tanggung jawab teologis untuk menjaga dan merawat alam secara bersama-sama sebagai bentuk pengejawantahan tugas manusia sebagai khalifah di bumi (Khalifah fil Ardhi).
  3. Sinergi Lintas Sektor: Kemenag Bantul berkomitmen penuh memperkuat kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) demi mewujudkan implementasi ekoteologi yang berdampak nyata.
  4. Kekayaan Alam Indonesia: Berdasarkan hasil penelitian di 177 negara, Indonesia dinilai memiliki kekayaan alam paling lengkap di dunia. Potensi besar ini wajib disyukuri dan dijaga kelestariannya.
  5. Implementasi Menyeluruh: Program mandatori Ekoteologi ini tidak boleh berhenti di tingkat kabupaten saja, melainkan wajib diimplementasikan secara nyata di seluruh madrasah.

Merespons instruksi langsung dari Kepala Kantor Kemenag Bantul terkait kewajiban implementasi program di tingkat madrasah, Kepala MAN 1 Bantul memberikan tanggapan positif dan menyatakan kesiapan penuh. Menurutnya, konsep ekoteologi sangat selaras dengan napas visi Cadas Berkelas (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi) yang selama ini menjadi komitmen MAN 1 Bantul.

“Kami siap bergerak cepat. Instruksi Kepala Kantor Kemenag agar ekoteologi diimplementasikan di semua madrasah adalah gayung bersambut bagi kami. Ini adalah wujud nyata dari pilar Cinta Lingkungan dan aspek Agamis kita, di mana menjaga alam adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab teologis kita sebagai Khalifah fil Ardhi,” tegas Kepala MAN 1 Bantul seusai acara.

Beliau menambahkan bahwa gerakan penyelamatan lingkungan di madrasah menuntut seluruh warga satuan pendidikan untuk bertindak secara Cerdas, Smart, dan Adaptif terhadap isu-isu perubahan iklim.

“Melalui pengelolaan lingkungan madrasah yang baik, kita sedang membentuk siswa yang Berkarakter kuat. Implementasinya pun harus dilakukan secara Demokratis dan Anti Diskriminasi. Artinya, semua elemen—mulai dari guru, pegawai, hingga seluruh siswa—mempunyai hak, kewajiban, dan ruang yang sama tanpa membeda-bedakan untuk merawat bumi tempat kita berpijak. MAN 1 Bantul siap menjadi garda terdepan dalam menyukseskan mandatori ekoteologi ini,” pungkasnya optimis.

Dengan pengukuhan tim baru di tingkat Kemenag Bantul ini, MAN 1 Bantul akan segera menyusun program taktis dan aksi nyata guna memastikan ekoteologi berjalan masif, hijau, dan berkelanjutan di lingkungan madrasah. (Maf)