Bentuk Keteladanan Karakter, GTK MAN 1 Bantul bersama Mahasiswa UAA dan UNY Khidmat Ikuti Upacara Hari Anak Nasional

BANTUL (MAN 1 Bantul)— MAN 1 Bantul kembali menggelar upacara bendera rutin pada Senin (27/7/2026) di halaman madrasah. Upacara kali ini berlangsung penuh khidmat dan terasa istimewa karena dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42.
Selain diikuti oleh seluruh siswa, barisan upacara juga tampak dipenuhi oleh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MAN 1 Bantul serta mahasiswa Observasi dari Universitas Alma Ata (UAA) dan mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kehadiran seluruh elemen pendidik dalam satu barisan menjadi simbol kuat pembinaan karakter dan rasa kebersamaan di lingkungan madrasah.
Mengikuti upacara bendera memberikan manfaat besar bagi para guru maupun mahasiswa. Selain menjadi wujud keteladanan karakter secara langsung kepada para siswa, kegiatan ini juga memperkuat kompetensi profesional calon pendidik serta merawat semangat nasionalisme di lingkungan madrasah.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasinya atas kedisiplinan dan semangat yang ditunjukkan oleh seluruh peserta upacara, khususnya para pendidik dan mahasiswa.
“Peringatan Hari Anak Nasional ini menjadi momen refleksi bagi kita semua. Guru dan mahasiswa Observasi maupun PK bukan hanya bertugas mengajar di dalam kelas, tetapi juga menjadi role model dalam penanaman nilai-nilai karakter, disiplin, dan cinta tanah air. Kehadiran mahasiswa UAA dan UNY di barisan upacara menunjukkan komitmen mereka untuk menyerap budaya positif madrasah secara utuh,” tegas beliau.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Bin Umaryati, S.Pd., menekankan pentingnya sinergi antara madrasah dan perguruan tinggi mitra dalam membimbing calon pendidik generasi masa depan.
“Program Observasi dari UAA dan PK UNY ini menjadi ruang belajar yang nyata bagi para mahasiswa. Dengan ikut serta dalam dinamika kegiatan madrasah seperti upacara rutin dan peringatan HAN ini, mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan mengajar, tetapi juga memahami esensi keteladanan seorang pendidik,” ujar Bin Umaryati.
Di sisi lain, perwakilan guru MAN 1 Bantul, Kartika Nur Oktaviani, S.Si, M.Pd., turut memberikan pandangannya terkait pentingnya keteladanan yang konsisten dari para pendidik.
“Siswa belajar dari apa yang mereka lihat. Ketika melihat guru dan kakak-kakak mahasiswa PK berdiri tegap dan khidmat dalam upacara, nilai-nilai kedisiplinan dan rasa hormat itu secara alami tertanam dalam diri mereka. Peringatan HAN ke-42 ini semakin menegaskan komitmen kita untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah, aman, dan penuh teladan bagi anak-anak,” ungkap Kartika.
Rangkaian upacara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, kemajuan madrasah, dan kebahagiaan seluruh anak Indonesia agar kelak menjadi generasi penerus bangsa yang unggul dan berakhlak mulia. Hal ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr)