Bantul (MAN 1 Bantul) – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Madrasah Aliyah (MA) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar pertemuan rutin pada Selasa (28/7/2026) di MAN 2 Sleman. Pertemuan yang diikuti guru-guru sejarah MA se-DIY ini menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi, menyusun program kerja, serta merancang kegiatan yang mendukung peningkatan kompetensi guru. Kegiatan tersebut merupakan agenda resmi MGMP Sejarah MA DIY yang dilaksanakan di MAN 2 Sleman pada pukul 09.00–12.00 WIB.
Dalam forum tersebut, para peserta menyepakati pentingnya melakukan revitalisasi program kerja MGMP agar semakin relevan dengan kebutuhan pembelajaran sejarah di madrasah. Salah satu usulan yang mendapat perhatian adalah penyusunan soal dan kisi-kisi UMAD (Ujian Madrasah) secara terpadu sebagai bentuk kolaborasi antaranggota MGMP. Gagasan yang disampaikan oleh Bu Rita ini diharapkan mampu menghasilkan perangkat asesmen yang lebih berkualitas, terstandar, dan dapat dimanfaatkan bersama oleh seluruh madrasah anggota MGMP.
Selain membahas penguatan program kerja, rapat juga menghasilkan kesepakatan mengenai pelaksanaan Lawatan Sejarah yang akan dilaksanakan pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan edukatif tersebut akan mengunjungi sejumlah situs bersejarah di Jawa Tengah, yaitu Sayung, Demak, dan Kadilangu, Kudus, sebagai sarana memperkaya wawasan sejarah sekaligus memberikan pengalaman belajar kontekstual bagi para guru. Rencana lawatan sejarah memang telah menjadi salah satu agenda strategis MGMP Sejarah MA DIY yang sebelumnya telah dibahas dalam pertemuan-pertemuan MGMP.
Panitia menetapkan titik kumpul keberangkatan di MAN 3 Sleman pada pukul 06.00 WIB dengan ketentuan berpakaian baju hitam, bawahan menyesuaikan, dan jilbab cokelat susu bagi peserta perempuan. Biaya partisipasi untuk mengikuti kegiatan tersebut sebesar Rp300.000 per peserta.
Melalui berbagai program yang dirancang bersama, MGMP Sejarah MA DIY terus menunjukkan komitmennya sebagai forum profesional guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah. Diharapkan, sinergi antarguru melalui penyusunan perangkat pembelajaran bersama maupun kegiatan lawatan sejarah dapat semakin memperkuat kompetensi pendidik dan menghadirkan pembelajaran sejarah yang lebih bermakna bagi peserta didik. Hal ini sejalan dengan semangat Madrasah CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, Anti Diskriminasi. (Dw)

