BANTUL – Suasana berbeda tampak pada pelaksanaan MATAMUDA (Masa Ta’aruf Murid Madrasah) Tahun 2026 di MAN 1 Bantul pada Selasa (14/7/2026). Materi “Etika Pergaulan dan Tata Krama Murid” tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi juga dikemas secara interaktif melalui diskusi kelompok sehingga murid baru dapat memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan pengenalan layanan Bimbingan dan Konseling (BK) oleh Koordinator BK MAN 1 Bantul, Tri Yuliasih, S.Pd. Ia menjelaskan peran BK sebagai mitra murid dalam mendukung perkembangan pribadi, sosial, belajar, maupun perencanaan masa depan. Selain itu, Tri Yuliasih memberikan gambaran singkat mengenai pentingnya menjaga etika pergaulan dan tata krama sebagai budaya yang harus dibangun sejak hari pertama menjadi bagian dari keluarga besar MAN 1 Bantul.
Materi utama kemudian disampaikan oleh guru BK, Candra Ade Pertiwi, S.Kom.I. Dengan pendekatan yang komunikatif, peserta diajak memahami berbagai bentuk perilaku yang mencerminkan sikap saling menghargai, menghormati guru, menjaga sopan santun terhadap teman, serta menggunakan media sosial secara bijaksana dan bertanggung jawab.
Untuk memperkuat pemahaman, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok memperoleh kasus yang sering dijumpai di lingkungan sekolah, seperti cara menyampaikan pendapat dengan santun, menghargai perbedaan pendapat, menjaga komunikasi yang baik antarteman, hingga membangun budaya saling peduli di lingkungan madrasah.
Melalui diskusi tersebut, murid didorong untuk mengidentifikasi permasalahan, merumuskan solusi, kemudian mempresentasikan hasil diskusinya di hadapan kelompok lain. Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan berpikir kritis dan bekerja sama, tetapi juga membangun keberanian dalam menyampaikan pendapat dengan bahasa yang santun.
Antusiasme murid terlihat selama proses berlangsung. Mereka aktif berdiskusi, saling bertukar pendapat, dan memberikan tanggapan terhadap hasil presentasi kelompok lain. Suasana yang interaktif membuat materi terasa lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari sehingga lebih mudah dipahami dan diingat.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa pembelajaran berbasis diskusi menjadi salah satu cara efektif dalam menanamkan pendidikan karakter kepada murid baru.
“Melalui diskusi dan penyelesaian studi kasus, murid tidak hanya mengetahui mana yang benar dan salah, tetapi juga belajar mengambil keputusan yang tepat serta membiasakan diri menghargai orang lain. Inilah karakter yang ingin terus dibangun di MAN 1 Bantul,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, MATAMUDA tidak sekadar menjadi ajang pengenalan lingkungan madrasah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang membentuk karakter, sikap, dan budaya positif sebagai bekal murid dalam menjalani proses pendidikan di MAN 1 Bantul. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut selaras dengan semangat CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (ad)

