BANTUL (MAN 1 Bantul) – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 menjadi momentum bagi MAN 1 Bantul untuk memperkuat komitmennya dalam menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berpihak pada tumbuh kembang peserta didik. Komitmen tersebut ditegaskan dalam upacara bendera yang dilaksanakan di halaman madrasah pada Senin (27/7/2026).
Upacara dipimpin oleh Mardiana Rahmawati, S.Sos., Staf Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, yang membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus memperoleh perlindungan, kesempatan berkembang, serta ruang yang bebas dari kekerasan, perundungan, dan diskriminasi.
Pesan tersebut sejalan dengan berbagai upaya yang terus dilakukan MAN 1 Bantul dalam membangun budaya madrasah yang ramah anak. Selain mengedepankan pembelajaran yang berkualitas, madrasah juga berupaya menciptakan lingkungan yang menghargai keberagaman, mendorong partisipasi peserta didik, serta membangun komunikasi yang sehat antara guru dan murid.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab seluruh warga madrasah.
“Madrasah harus menjadi tempat yang membuat peserta didik merasa aman, dihargai, dan mampu berkembang sesuai potensinya. Karena itu, kami terus menguatkan budaya saling menghormati, saling menjaga, dan membangun komunikasi yang positif antara guru dan murid. Inilah wujud komitmen MAN 1 Bantul sebagai Madrasah Ramah Anak,” ujar Mafrudah.
Sementara itu, Mardiana Rahmawati, S.Sos., menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan pengingat bagi seluruh warga madrasah untuk terus menghadirkan lingkungan pendidikan yang berpihak kepada anak.
“Nilai-nilai yang disampaikan dalam amanat Menteri PPPA perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di madrasah. Setiap peserta didik berhak memperoleh perlakuan yang adil, merasa didengar, dan mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang. Hal itu menjadi tanggung jawab kita bersama,” tuturnya.
Semangat tersebut juga dirasakan oleh para peserta didik. Salah satu murid kelas XII FL 5, Wibisono, mengaku bahwa lingkungan belajar di MAN 1 Bantul membuatnya merasa nyaman untuk belajar dan berkembang.
“Kami merasa guru-guru di MAN 1 Bantul selalu memberikan perhatian dan mau mendengarkan pendapat kami. Itu membuat kami lebih percaya diri untuk belajar dan berorganisasi. Semoga semangat Hari Anak Nasional ini semakin mempererat rasa saling menghargai di antara seluruh warga madrasah,” ungkap Wibi.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional ke-42, MAN 1 Bantul kembali menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal. Komitmen tersebut selaras dengan implementasi CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi) sebagai budaya yang terus dikembangkan di MAN 1 Bantul. (ad).

