BANTUL (MAN 1 Bantul) – Hari pertama pelaksanaan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027 di MAN 1 Bantul diisi dengan materi Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi yang disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Arfi Nurdiyantoro, S.Pd., pada Senin (13/7/2026). Materi ini menjadi salah satu upaya madrasah mengenalkan arah pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter serta kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam pemaparannya, Arfi menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan implementasi nilai-nilai kemanusiaan yang menumbuhkan sikap saling menghargai, menghormati perbedaan, serta membangun hubungan yang harmonis antarsesama. Sementara itu, konsep ekoteologi mengajak murid memahami bahwa menjaga dan melestarikan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai manusia sekaligus bentuk pengamalan ajaran agama.
“Madrasah tidak hanya mencetak murid yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Nilai-nilai cinta, toleransi, gotong royong, serta kepedulian terhadap alam harus menjadi budaya yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari di madrasah,” jelas Arfi.
Ia juga memperkenalkan berbagai program pembiasaan yang telah dilaksanakan di MAN 1 Bantul sebagai wujud nyata penerapan kurikulum tersebut, di antaranya budaya menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, penanaman pohon, hemat energi, serta berbagai kegiatan keagamaan yang menanamkan nilai kasih sayang dan moderasi.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa pengenalan Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi sejak awal MATAMUDA menjadi langkah strategis dalam membangun karakter murid baru.
“Kami ingin seluruh murid memahami bahwa belajar di MAN 1 Bantul bukan hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga membangun karakter yang peduli terhadap sesama, mencintai lingkungan, dan mampu menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi masyarakat. Nilai-nilai inilah yang akan terus kami tanamkan selama mereka menempuh pendidikan di madrasah,” tutur Mafrudah.
Penyampaian materi berlangsung komunikatif melalui diskusi dan penyampaian contoh-contoh nyata yang dekat dengan kehidupan murid. Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi dan menyampaikan berbagai pendapat mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta membangun budaya saling menghargai di lingkungan sekolah.
Melalui materi Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi, MAN 1 Bantul berharap murid baru mampu memahami bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari tumbuhnya karakter yang berakhlak mulia, peduli terhadap lingkungan, serta mampu hidup berdampingan dengan penuh kasih sayang dan toleransi.
Hal tersebut selaras dengan implementasi budaya CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi) yang terus menjadi landasan dalam setiap program pendidikan di MAN 1 Bantul. (ad).

