Bantul (MAN 1 Bantul) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlangsung di MAN 1 Bantul tidak hanya memberikan manfaat nutrisi bagi para siswa, tetapi juga melahirkan inovasi ramah lingkungan. Di bawah inisiatif dan pengawalan Muhlis, limbah sisa makanan dari program MBG kini diolah secara mandiri menjadi pupuk organik ramah lingkungan untuk mempercantik dan menyuburkan taman sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa (28/7/2026).
Langkah ini diambil sebagai bentuk respon cepat terhadap potensi penumpukan sampah organik harian pasca-distribusi makanan. Dibanding membiarkan sisa makanan terbuang sia-sia ke tempat pemrosesan akhir (TPA), Muhlis memanfaatkan metode pengomposan dan eco-enzyme untuk mengolah sisa buah, sayuran, dan sisa bahan organik lainnya.
“Setiap hari ada sisa-sisa bahan organik dari porsi makan siswa yang tidak habis atau sisa persiapan bahan. Jika tidak dikelola, ini akan menimbulkan bau dan menumpuk. Oleh karena itu, kita pilah sejak awal dan kita masukkan ke komposter taman,” ujar Muhlis di sela-sela aktivitas pemeliharaan taman MAN 1 Bantul.
Dukung Program Green School dan Adiwiyata
Proses pengolahan limbah ini terbilang cukup sederhana namun konsisten. Sisa makanan dipisahkan dari kemasan non-organik, kemudian dicampur dengan mikroorganisme pengurai sebelum dimasukkan ke dalam lubang biopori dan wadah komposter yang tersebar di area taman sekolah.
Hasil olahan komposit tersebut dimanfaatkan langsung sebagai nutrisi bagi aneka tanaman hias, pohon pelindung, serta tanaman obat keluarga (TOGA) yang tumbuh subur di lingkungan MAN 1 Bantul.
Pengolahan limbah MBG ini juga menjadi sarana edukasi lingkungan hidup bagi para siswa. Melalui aksi nyata ini, siswa diajak untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan memahami konsep zero waste di lingkungan sekolah.
Langkah inovatif ini mempertegas komitmen MAN 1 Bantul sebagai sekolah berwawasan lingkungan yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga aktif menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan. (Lis)

