BANTUL (MAN 1 Bantul) – Keamanan pangan menjadi salah satu fokus pengembangan layanan di MAN 1 Bantul. Melalui Tim Keamanan Pangan Sekolah (TKPS), madrasah menyiapkan sejumlah program prioritas yang bertujuan membangun budaya konsumsi pangan yang aman, sehat, dan bergizi bagi seluruh warga madrasah. Rencana program tersebut dipaparkan dalam forum bersama stakeholder yang digelar pada Jumat (31/7/2026).
Forum diikuti oleh jajaran pimpinan madrasah, guru, tenaga kependidikan, pengelola kantin, komite madrasah, serta berbagai unsur pendukung lainnya. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menyatukan komitmen dalam menerapkan sistem keamanan pangan yang berkelanjutan di lingkungan MAN 1 Bantul.
Ketua Tim Keamanan Pangan Sekolah, Toni Purwanti, S.Pd., menjelaskan bahwa tim telah menyusun beberapa program prioritas yang akan dilaksanakan secara bertahap. Program tersebut meliputi penyusunan kebijakan keamanan pangan di lingkungan madrasah, pembinaan dan pendampingan bagi pengelola kantin, edukasi kepada peserta didik mengenai pentingnya memilih makanan yang aman dan bergizi, penerapan standar higiene dan sanitasi pangan, serta monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap makanan dan minuman yang beredar di lingkungan madrasah.
“Keamanan pangan harus menjadi budaya, bukan hanya sebuah program. Karena itu, kami menyusun langkah-langkah yang tidak hanya bersifat pengawasan, tetapi juga edukasi. Harapannya seluruh warga madrasah memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya mengonsumsi pangan yang aman, sehat, dan bergizi,” jelas Toni.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada Tim Keamanan Pangan Sekolah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh warga madrasah, termasuk peserta didik sebagai konsumen utama di lingkungan sekolah.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa kesehatan peserta didik merupakan investasi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, lingkungan belajar yang sehat akan mendukung peserta didik mengikuti pembelajaran secara optimal sekaligus membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini.
“Pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di kelas, tetapi juga didukung oleh lingkungan yang sehat dan aman. Melalui program keamanan pangan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh warga madrasah memperoleh edukasi sekaligus perlindungan terhadap pangan yang dikonsumsi setiap hari,” ujar Mafrudah.
Selain program internal, MAN 1 Bantul juga akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai instansi terkait untuk memperoleh pendampingan teknis, pembinaan, serta edukasi mengenai keamanan pangan. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas seluruh warga madrasah dalam menerapkan prinsip-prinsip keamanan pangan secara berkelanjutan.
Para peserta forum menyambut baik rencana program yang dipaparkan. Mereka menyatakan kesiapan untuk mendukung pelaksanaan setiap program sesuai dengan peran masing-masing, sehingga budaya keamanan pangan dapat tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.
Dengan adanya program-program prioritas tersebut, MAN 1 Bantul berharap dapat menciptakan ekosistem madrasah yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh warga madrasah. Upaya ini sekaligus memperkuat komitmen MAN 1 Bantul dalam menghadirkan layanan pendidikan yang holistik melalui penerapan budaya hidup sehat dan keamanan pangan.
Langkah tersebut sejalan dengan semangat CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi) yang terus diwujudkan MAN 1 Bantul dalam setiap program pengembangan madrasah. (ad).

