Sisa MBG Menjadi Manfaat: MAN 1 Bantul Olah Limbah Makanan Menjadi Pupuk Lindi

Bantul (MAN 1 Bantul) — Kepedulian terhadap lingkungan terus diwujudkan MAN 1 Bantul melalui berbagai program Adiwiyata. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pemanfaatan sisa makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak dikonsumsi untuk diolah menjadi pupuk lindi.

Kegiatan ini mulai dilaksanakan pada 3 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya madrasah mengurangi sampah organik sekaligus membangun kesadaran warga madrasah tentang pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Sisa makanan dari kegiatan MBG yang masih tersisa dikumpulkan dan dipisahkan dari sampah anorganik. Sisa organik tersebut kemudian ditempatkan pada wadah pengolahan untuk menjalani proses penguraian. Cairan yang dihasilkan dari proses penguraian tersebut selanjutnya ditampung dan dimanfaatkan sebagai bahan pupuk lindi.

H.Bin Umaryati,S.Pd. selaku ketua Adiwiyata MAN 1 Bantul menjelaskan bahwa pemanfaatan sisa makanan ini merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan madrasah.

“Kami berupaya agar sisa makanan dari MBG tidak langsung menjadi sampah. Melalui pengolahan ini, sisa makanan dapat dimanfaatkan kembali sehingga volume sampah organik dapat dikurangi sekaligus menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan,” jelasnya.

Program tersebut juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi peserta didik. Mereka dapat melihat secara langsung bahwa pengelolaan sampah tidak berhenti pada kegiatan membuang dan mengangkut sampah, tetapi dapat dilanjutkan dengan proses pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan kembali.

Selain mengurangi sampah organik, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pemeliharaan berbagai tanaman yang berada di lingkungan MAN 1 Bantul. Hasil pengolahan dapat dimanfaatkan dalam kegiatan penghijauan dan perawatan lingkungan madrasah sesuai dengan kebutuhan dan prosedur pengelolaan yang diterapkan oleh tim Adiwiyata.

Kepala MAN 1 Bantul, H.Mafrudah,S.Ag.M.Pd.I., menyampaikan bahwa budaya peduli lingkungan perlu dibangun melalui kebiasaan nyata yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga madrasah.

“Program Adiwiyata bukan hanya tentang lingkungan yang bersih dan hijau, tetapi juga bagaimana seluruh warga madrasah memiliki kesadaran untuk menjaga dan mengelola lingkungan secara bertanggung jawab. Pemanfaatan sisa MBG ini merupakan salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut,” ungkapnya.

Pengelolaan sisa MBG ini sekaligus memperkuat penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di lingkungan madrasah. Sisa makanan yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah kini diarahkan untuk dimanfaatkan kembali melalui proses pengolahan limbah organik.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang berkelanjutan dan menginspirasi seluruh warga MAN 1 Bantul untuk lebih bijak dalam mengelola makanan serta sampah yang dihasilkan setiap hari.

Melalui program Adiwiyata ini, MAN 1 Bantul terus berupaya mewujudkan lingkungan madrasah yang tidak hanya bersih dan hijau, tetapi juga memiliki budaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Semangat tersebut selaras dengan tagline madrasah, “CADAS BERKELAS” (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Berkarakter, Cinta Lingkungan, Anti Diskriminasi).(mia)