Bantul (MAN 1 Bantul) – MAN 1 Bantul bekerja sama dengan Puskesmas 2 Bantul menggelar Sosialisasi Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah pada hari Jumat (14/8/2026) pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, bertempat di AULA madrasah. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari unsur komite dan guru madrasah, yaitu Friyatun Susantiningsih dan Toni Poerwanti, serta dari pihak Puskesmas 2 Bantul, D. Wahyunarto Tri Nugroho, STP. Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang sebelumnya diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga pihak madrasah merasa perlu meneruskan dan menyebarluaskan pemahaman tersebut kepada siswa, orang tua siswa, pedagang kantin.

Latar belakang digelarnya acara ini adalah masih perlunya peningkatan kesadaran siswa terhadap keamanan pangan jajanan yang mereka konsumsi sehari-hari di lingkungan sekolah. Tujuan utama kegiatan adalah memberikan pemahaman kepada siswa mengenai lima kunci keamanan pangan, cara memilih dan mengolah pangan yang baik, pentingnya gizi bagi remaja, serta ciri-ciri jajanan sehat yang layak dikonsumsi. Materi disampaikan melalui metode penyampaian informasi secara langsung yang dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif, sehingga siswa dapat langsung bertanya dan berdiskusi dengan narasumber terkait persoalan keamanan pangan yang mereka temui.

Manfaat dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh para siswa, karena mereka mendapatkan bekal pengetahuan untuk lebih selektif dalam memilih jajanan yang aman dan bergizi, sekaligus memahami risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh pangan yang tidak higienis atau mengandung bahan berbahaya. Selain itu, kolaborasi antara madrasah dan puskesmas ini juga memperkuat sinergi antar-lembaga dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan aman dari sisi konsumsi pangan. Keterlibatan kantin dalam menyediakan makanan jajanan sehat sangatlah penting, demikian pula peran orang tua dalam menyediakan bekal makanan untuk putra putrinya ke madrasah. Hal tersebut disampaikan oleh Mafrudah, S.Pd.,M.Pd.I selaku kepala madrasah dalam sambutannya.
Narasumber dari komite, Friyatun Susantiningsih menyampaikan materi bimtek dari BPOM sebagai penguatan terkait 5 Kunci Keamanan Pangan dalam Memilih dan Mengolah_Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah. Toni Poerwanti menyampaikan bagaimana peran orang tua dan siswa sebagai subyek dari hal tersebut. Orang tua perlu memahami dan merealisasikan dalam bentuk menyiapkan bekal yang sehat, dengan wadah sesuai kriteria yang menyehatkan, siswa perlu memahami bagaimana menjadi generasi muda yang berpola hidup sehat. Keduanya menjadi pionir dalam menyebarkan informasi positif di grup orang tua kelas masing-masing, siswa menjadi contoh bagi temannya dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari di madrasah. Pihak kantin menjadi mitra bagi madrasah untuk menyediakan menu-menu sehat yang akan dikonsumsi siswa pada jam istirahat, bagi mereka yang membutuhkan. Tidaklah mudah, tetapi perlu terus diupayakan untuk masa depan yang lebih baik. Perlunya kolaborasi dan sinergi dari semua pihak untuk mewujudkannya.
Dampak yang diharapkan dari sosialisasi ini adalah tumbuhnya kebiasaan baru di kalangan siswa MAN 1 Bantul dalam memilih jajanan sehat secara mandiri, sekaligus meningkatnya kewaspadaan terhadap jajanan yang berpotensi tidak aman. Ke depan, kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus berkelanjutan sebagai bagian dari edukasi kesehatan di lingkungan madrasah, sejalan dengan semangat tindak lanjut program BPOM DIY dalam mewujudkan keamanan pangan di satuan pendidikan. Pihak Puskesmas siap menjadi fasilitator sekaligus tempat konsultasi terkait bagaimana menyediakan makanan sehat bagi pedagang kantin, dan bagi siswa selaku subyek junior tim keamanan pangan madrasah. Semoga kegiatan sosialisasi dalam angka edukasi bagi warga madrasah berlanjut dalam berbagai bentuk program kegiatan yang secara bertahap dapat mewujudkan kantin sehat dan membangun kesadaran warga madrasah dalam mewujudkan pola hidup sehat dan gizi seimbang. (Ipg)

