BANTUL (MAN 1 Bantul) — Diskusi hangat dan sarat wawasan mewarnai Laboratorium Komputer MAN 1 Bantul pada jam pelajaran ke-4 hingga ke-6, Selasa (4/8/2026). Kelompok siswa kelas X.E4 yang terdiri dari Falah Awwab, Naufal Arsya, dan Zizan Atha tampak antusias membedah tema Alat Kolaborasi Digital vs Konvensional sebagai bentuk penerapan keterampilan generik (generic skills) dalam mata pelajaran Informatika.
Dalam ruang laboratorium yang interaktif tersebut, ketiga siswa membandingkan keunggulan serta efisiensi penggunaan media digital—seperti platform kerja bersama berbasis awan (cloud storage), aplikasi dokumen bersama, dan ruang diskusi siber—dibandingkan dengan metode konvensional berbasis kertas atau tatap muka langsung. Mereka menganalisis bagaimana fleksibilitas instrumen digital dapat memangkas waktu kerja, melatih efisiensi, namun tetap membutuhkan kejelian komunikasi layaknya interaksi langsung.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi tinggi atas kekritisan pemikiran yang ditunjukkan oleh para siswa tersebut di laboratorium komputer. Beliau menilai bahwa kejelian siswa dalam membandingkan sarana kerja klasik dan modern merupakan langkah awal dalam menguasai teknologi secara bijak.
“Pemikiran kritis para siswa dalam membandingkan instrumen digital dan konvensional ini merupakan perwujudan nyata dari tagline madrasah kita, Cadas Berkelas (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). Kejelian memilih media kerja terbaik mencerminkan pribadi yang cerdas dan smart,” ungkap Mafrudah.
Beliau juga menambahkan bahwa pemanfaatan alat kolaborasi digital yang meminimalkan kertas (paperless) turut mendukung gerakan cinta lingkungan. Selain itu, keterbukaan siswa untuk menerima ide kawan satu tim dan menyesuaikan diri dengan perkembangan alat-alat modern memupuk sikap demokratis, anti diskriminasi, serta ketangguhan yang adaptif dan berkarakter.
Melalui diskusi di laboratorium komputer ini, diharapkan para siswa kelas X.E4 MAN 1 Bantul tidak hanya mahir memilih dan mengoperasikan perangkat digital, tetapi juga dapat terus berkolaborasi secara produktif di mana pun mereka berada. (ska)

