Pendalaman Materi TKA Matematika Wajib Kelas F MAN 1 Bantul, Perkuat Kesiapan Siswa Hadapi TKA 2026

Bantul (MAN 1 Bantul) — MAN 1 Bantul terus berkomitmen mempersiapkan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan pendalaman materi TKA Matematika Wajib yang dilaksanakan pada Rabu (26/8/2026) di ruang kelas XII Fase Lanjut (FL) 1 MAN 1 Bantul.

Kegiatan pendalaman materi tersebut diikuti oleh siswa kelas F dengan penuh antusias. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap materi-materi Matematika Wajib yang relevan dengan TKA, sekaligus melatih kemampuan dalam memahami konsep, menganalisis permasalahan, memilih strategi penyelesaian, serta menyelesaikan soal secara tepat dan efisien.

Salah satu guru yang mengisi kegiatan pendalaman materi adalah Kartika Nur Oktaviani, S.Si., M.Pd. Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya diarahkan untuk menghafalkan rumus, tetapi juga didorong untuk memahami konsep matematika secara mendalam. Pembelajaran dikemas melalui pembahasan soal dan latihan yang memungkinkan siswa mengenali berbagai bentuk permasalahan yang dapat muncul dalam TKA.

Kartika Nur Oktaviani menyampaikan bahwa pendalaman materi menjadi kesempatan bagi siswa untuk menguatkan kembali konsep-konsep dasar sekaligus membangun strategi dalam menghadapi soal TKA.

“Pendalaman materi ini tidak hanya bertujuan agar siswa mampu mendapatkan jawaban yang benar, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana mereka memahami konsep dan mampu menentukan strategi penyelesaian yang tepat. Saya berharap anak-anak semakin terbiasa menghadapi soal dengan berbagai tingkat kesulitan dan tidak mudah menyerah ketika menemukan soal yang menantang,” ungkap Kartika.

Menurut Kartika, persiapan menghadapi TKA membutuhkan proses yang konsisten. Oleh karena itu, siswa perlu membiasakan diri untuk berlatih, mengevaluasi kesalahan, serta memahami alasan di balik setiap langkah penyelesaian.

“Saya mengajak siswa untuk tidak sekadar mengejar banyaknya soal yang dikerjakan. Setiap kesalahan justru bisa menjadi bahan belajar. Dengan memahami letak kesalahan dan memperbaikinya, kemampuan penalaran matematika mereka akan semakin berkembang. Semoga proses pendalaman ini dapat membantu siswa lebih percaya diri menghadapi TKA nantinya,” tambahnya.

Pendalaman materi menjadi momentum bagi siswa untuk mengevaluasi kemampuan mereka. Melalui pembahasan bersama guru, siswa dapat mengetahui bagian materi yang sudah dikuasai maupun materi yang masih perlu diperdalam. Interaksi selama pembelajaran juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, berdiskusi, dan mengembangkan kemampuan penalaran matematis.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyambut baik dan merasa senang dengan adanya kegiatan pendalaman materi TKA tersebut. Menurutnya, pendampingan dan pembinaan secara berkelanjutan merupakan salah satu bentuk keseriusan madrasah dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi peserta didik.

“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan pendalaman materi TKA ini. Guru dan siswa bersama-sama mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Semoga melalui kegiatan yang terarah dan konsisten, anak-anak semakin percaya diri dalam menghadapi TKA dan mampu memberikan hasil terbaik,” ungkap Mafrudah.

Lebih dari sekadar persiapan menghadapi asesmen, kegiatan pendalaman materi TKA juga menjadi bagian dari upaya MAN 1 Bantul dalam membangun budaya belajar yang cerdas, adaptif, dan berkarakter. Siswa dibiasakan untuk menghadapi permasalahan dengan penalaran, ketekunan, kemandirian, serta sikap pantang menyerah.

Melalui pendalaman materi TKA Matematika Wajib, nilai Cerdas, Adaptif, Smart, dan Berkarakter diwujudkan dalam proses pembelajaran. Siswa tidak hanya dipersiapkan untuk mampu menyelesaikan soal, tetapi juga dibentuk menjadi pembelajar yang mampu berpikir kritis, tekun, bertanggung jawab, dan siap menghadapi berbagai tantangan akademik.

Dengan semangat CADAS BERKELAS, MAN 1 Bantul terus berupaya memberikan pendampingan terbaik kepada siswa. Pendalaman materi TKA diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi siswa kelas XII dalam menghadapi TKA 2026 sekaligus mengantarkan mereka menuju jenjang pendidikan dan masa depan yang lebih baik. (kno)