Navigasi Cerdas di Era Digital: Siswa X E1 MAN 1 Bantul Bedah Pentingnya Berpikir Kritis dalam Penelusuran Informasi

BANTUL (MAN 1 Bantul) — Laboratorium Komputer MAN 1 Bantul kembali menjadi saksi dinamika belajar siswa yang kritis dan interaktif pada Senin (10/8/2026). Kelompok siswa kelas X E1 yang beranggotakan Nathan Ibnu Santosa, Raka Ali Muti, Ikhsan Nur Rohman, dan Muhammad Muslikhun tampil penuh percaya diri mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka dalam mata pelajaran Informatika bab Kemampuan Generik.

Mengusung tema penting “Berpikir Kritis dalam Penelusuran Informasi”, Nathan dan timnya secara lugas memaparkan strategi menyaring data di dunia maya. Mereka mengulas pentingnya melacak keabsahan sumber rujukan, memverifikasi fakta sebelum membagikan informasi, serta mengenali bias atau potensi hoaks yang marak beredar di media digital.

Melalui bantuan media presentasi visual yang memikat, kelompok ini mengajak rekan-rekan sekelasnya untuk tidak menelan informasi secara mentah-mentah, melainkan selalu mengedepankan logika bernalar yang bijak dan teliti.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi tinggi atas kemampuan bernalar kritis serta keberanian para siswa dalam menyampaikan gagasannya di depan umum. Beliau menyampaikan bahwa kemampuan menelusuri informasi secara bijak merupakan fondasi utama karakter pelajar di era digital.

“Pemaparan yang dibawakan oleh Nathan, Raka, Ikhsan, dan Muslikhun ini merupakan wujud nyata penjelmaan dari tagline madrasah kita, CADAS BERKELAS—Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Ketika para siswa mampu berpikir kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong, mereka sedang menunjukkan keunggulan yang cerdas, adaptif, dan smart,” ujar Mafrudah.

Lebih lanjut, Mafrudah menekankan bahwa kejujuran intelektual dalam menyerap data juga merupakan refleksi dari nilai agamis dan karakter yang kuat.

“Sikap kritis yang dilandasi nilai agamis dan berkarakter akan membentengi siswa dari perilaku menyebarkan fitnah maupun ujaran kebencian. Dengan demikian, mereka turut menjaga ruang digital yang inklusif dan anti diskriminasi. Kami berharap pembelajaran ini terus membentuk siswa MAN 1 Bantul menjadi generasi pemikir yang bijak, bernalar tajam, dan membawa kedamaian bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Melalui kegiatan presentasi ini, MAN 1 Bantul terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran Informatika yang aplikatif, berbobot, serta berorientasi pada pembentukan siswa yang cerdas berteknologi dan berintegritas tinggi. (ska)