BANTUL (MAN 1 Bantul) — Gelora demokrasi di MAN 1 Bantul makin hangat saat ajang Debat Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIM Masa Bakti 2026/2027 berlangsung di ruang utama masjid madrasah pada Rabu (26/8/2026). Pasangan calon (paslon) nomor urut 02, Sakya Cahya Dewi sebagai Calon Ketua OSIM dan Daffa Rahmana Taftazani sebagai Calon Wakil Ketua OSIM, tampil lugas memaparkan visi, misi, serta program kerja unggulan mereka.
Berdiri tegap menggunakan seragam almamater biru di hadapan dewan juri panelis dan seluruh peserta didik, pasangan Sakya dan Daffa secara bergantian memaparkan arah kepemimpinan mereka. Paslon 02 mengusung visi utama: “Mewujudkan OSIM yang aktif, aspiratif, dan inovatif melalui kolaborasi.”
Untuk mewujudkan visi tersebut, paslon nomor urut 02 merumuskan empat poin misi strategis, antara lain:
- Membangun komunikasi yang terbuka serta menampung aspirasi secara aktif.
- Mengembangkan inovasi digital sebagai sarana informasi dan komunikasi.
- Mewujudkan kegiatan OSIM yang kolaboratif dan berdampak positif.
- Mendorong pengembangan potensi, kreativitas, dan kontribusi siswa.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi tinggi atas keberanian, kerapian penyampaian, dan kedalaman materi yang diusung oleh pasangan nomor urut 02. Beliau menekankan bahwa ide-ide yang ditawarkan sangat selaras dengan pengembangan karakter kepemimpinan peserta didik.
”Pemaparan visi dan misi dari pasangan Sakya dan Daffa ini merupakan penjelmaan nyata dari tagline madrasah kita, CADAS BERKELAS—Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Komitmen mereka dalam memanfaatkan inovasi digital dan membangun kolaborasi mencerminkan profil siswa yang cerdas, adaptif, dan smart,” ungkap Mafrudah.
Lebih lanjut, Mafrudah menggarisbawahi pentingnya keterbukaan komunikasi dan semangat inklusivitas yang dibawa oleh Paslon 02.
”Niat untuk membangun komunikasi terbuka dan menampung aspirasi secara aktif merupakan wujud budaya yang sangat demokratis dan anti diskriminasi, di mana setiap suara siswa didengar tanpa membeda-bedakan. Berlandaskan nilai-nilai agamis dan berkarakter, serta didukung lingkungan belajar yang asri dan bersih demi gerakan cinta lingkungan, kami berharap gagasan inovatif dari Paslon 02 ini dapat menginspirasi seluruh siswa MAN 1 Bantul untuk terus berkarya dan berkontribusi aktif,” pungkasnya.
Melalui panggung debat terbuka ini, MAN 1 Bantul terus membuktikan komitmennya dalam memfasilitasi wawasan kepemimpinan, keberanian berpendapat, serta kedewasaan berdemokrasi bagi para calon pemimpin masa depan bangsa. (ska)

