Bantul (MAN 1 Bantul) – Kamis, 18 Agustus 2026, dua mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Program Studi Pendidikan Fisika, Ilham Rendra Cahyadi dan Dwi Lailatul Hikmah,setelah melaksanakan praktik mengajar secara mandiri pada pertemuan sebelumnya, keduanya memasuki pertemuan minggu ketiga, kegiatan pembelajaran Fisika dikembangkan melalui kegiatan praktikum pengukuran di Laboratorium Fisika MAN 1 Bantul. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret kepada murid melalui praktik secara langsung menggunakan Jangka Sorong dan mikrometerskrup. Sebelum pelaksanaan praktikum, Ilham dan Dwi bersama guru pendamping terlebih dahulu melakukan diskusi untuk mempersiapkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Diskusi tersebut membahas langkah-langkah kegiatan, materi yang akan dipraktikkan, serta teknis pelaksanaan praktikum agar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selain menyiapkan LKPD, mahasiswa bersama guru pendamping juga mempersiapkan jangka Sorong yang akan digunakan dalam kegiatan praktikum. Seluruh peralatan dilakukan pengecekan terlebih dahulu untuk memastikan kondisi dan kelayakannya sehingga kegiatan praktikum dapat berjalan dengan aman, tertib, dan efektif. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses Praktik Kependidikan mahasiswa UNY. Tidak hanya memperoleh pengalaman mengajar di kelas, mahasiswa juga belajar merancang pembelajaran berbasis praktik, menyiapkan perangkat pembelajaran, serta memastikan kesiapan sarana dan alat yang digunakan dalam proses pembelajaran.
Guru pendamping, Lina Mutiasih, S.Pd., M.Pd., memberikan arahan kepada kedua mahasiswa agar kegiatan praktikum dapat dilaksanakan secara sistematis. Pendampingan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengevaluasi dan meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola pembelajaran Fisika yang aktif dan bermakna.
Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyambut baik keberlanjutan kegiatan Praktik Kependidikan mahasiswa UNY tersebut. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran memberikan manfaat positif bagi madrasah maupun mahasiswa calon guru.
“Praktik Kependidikan merupakan kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman nyata sebagai seorang pendidik. Kami berharap mahasiswa tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga mampu merancang pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan melibatkan muridsecara aktif,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hj. Mafrudah menyampaikan bahwa kegiatan praktikum di laboratorium dapat menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman konsep Fisika peserta didik. Melalui pengalaman langsung, muriddiharapkan mampu menghubungkan teori yang dipelajari dengan penerapannya dalam kehidupan nyata.
“Madrasah tentu mendukung kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Kami berharap kolaborasi antara mahasiswa UNY, guru pendamping, dan muriddapat terus terjalin dengan baik sehingga memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi semua pihak,” tambahnya.
Dengan adanya kegiatan tersebut, pelaksanaan Praktik Kependidikan mahasiswa UNY di MAN 1 Bantul tidak hanya menjadi pengalaman bagi calon guru, tetapi juga turut mendukung terciptanya pembelajaran Fisika yang aktif, kolaboratif, dan berbasis pengalaman nyata.(LM)

