Bantul (MAN 1 Bantul) — MAN 1 Bantul melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Jumat (25/9/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Heni Prilantari, M.Pd., sebagai narasumber untuk memberikan penguatan kepada pendidik mengenai penerapan dan integrasi nilai-nilai KBC dalam proses pembelajaran.
Dalam penyampaiannya, Heni Prilantari, M.Pd., menjelaskan bahwa keberhasilan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dapat dilihat melalui tiga indikator utama, yaitu madrasah ramah anak, murid sejahtera, dan ramah lingkungan. Ketiga indikator tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan kebutuhan, kenyamanan, dan perkembangan peserta didik secara menyeluruh.
Indikator pertama, madrasah ramah anak, menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan menghargai setiap peserta didik. Dalam penerapannya, guru perlu membangun interaksi yang positif serta menghindari berbagai bentuk perlakuan yang dapat menghambat tumbuh kembang peserta didik.
Indikator kedua adalah murid sejahtera. Heni menjelaskan bahwa kesejahteraan peserta didik perlu menjadi perhatian dalam proses pendidikan. Murid tidak hanya dituntut untuk mencapai prestasi akademik, tetapi juga perlu mendapatkan dukungan agar dapat belajar dalam suasana yang nyaman, memiliki hubungan sosial yang sehat, serta berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
Sementara itu, indikator ketiga, yaitu ramah lingkungan, mengarahkan seluruh warga madrasah untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Nilai cinta tidak hanya diwujudkan dalam hubungan antarmanusia, tetapi juga melalui sikap menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan, serta menggunakan sumber daya secara bertanggung jawab.
Heni juga menekankan bahwa ketiga indikator tersebut perlu diintegrasikan dalam keseharian madrasah dan proses pembelajaran. Guru dapat menghadirkan nilai-nilai cinta melalui berbagai aktivitas pembelajaran, pola komunikasi, pembiasaan, keteladanan, serta pengelolaan lingkungan belajar.
Kegiatan Bimtek berlangsung sebagai ruang belajar dan refleksi bagi pendidik MAN 1 Bantul. Melalui kegiatan tersebut, guru memperoleh pemahaman mengenai bagaimana KBC dapat diterjemahkan ke dalam praktik pembelajaran dan budaya madrasah secara nyata.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa penguatan KBC memiliki relevansi dengan upaya madrasah dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian.
“Kurikulum Berbasis Cinta mengingatkan kita bahwa pendidikan harus memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kepedulian. Karena itu, guru memiliki peran penting dalam menghadirkan nilai-nilai tersebut melalui pembelajaran dan keteladanan sehari-hari,” ungkap Mafrudah.
Menurutnya, tiga indikator yang disampaikan dalam Bimtek dapat menjadi pengingat bersama bagi seluruh warga madrasah untuk terus memperbaiki kualitas lingkungan pendidikan. Madrasah ramah anak, murid yang sejahtera, dan lingkungan yang ramah merupakan bagian yang saling berkaitan dalam menciptakan suasana belajar yang positif.
Pelaksanaan Bimtek KBC tersebut sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul, CADAS BERKELAS, yaitu cerdas, agamis, demokratis, adaptif, smart, berkarakter, cinta lingkungan, dan anti diskriminasi. Nilai cinta dalam KBC diharapkan semakin memperkuat karakter tersebut melalui praktik pendidikan yang mengedepankan kepedulian terhadap peserta didik, sesama, dan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, MAN 1 Bantul terus mendorong pendidik untuk mengintegrasikan nilai-nilai KBC dalam pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di madrasah. Dengan demikian, Kurikulum Berbasis Cinta tidak berhenti sebagai konsep, tetapi dapat diwujudkan melalui budaya madrasah yang ramah, mendukung kesejahteraan murid, serta peduli terhadap lingkungan.(wnd)

