Bantul (MAN 1 Bantul) – Kepala Perpustakaan Darul Ilmi MAN 1 Bantul, Siti Maryam, S.Pd., bersama siswa kelas X E 4, Azelia Nur Fatma, menyimak paparan materi dari pegiat budaya dan pariwisata Bantul, Wikan Werdo Kisworo, S.E., dalam Talkshow Literasi Negeriku. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam rangkaian Jogja Book Fair X Pameran Arsip 2026. Kegiatan berlangsung pada Selasa (1/9/2026), pukul 07.45 hingga 10.00 WIB, bertempat di Panggung Utama Jogja Book Fair, Halaman Gedung Grhatama Pustaka DPAD DIY, Jalan Janti, Banguntapan, Bantul.
Dalam pemaparannya, Wikan Werdo Kisworo membedah keunikan Batik Nitik khas Trimulyo, Jetis, Bantul yang memiliki keunikan pada belah ujung canting hingga mendapatkan penghargaan sertifikat Indikasi Geografis dari Kemenkumham. Selain batik, ia juga mengenalkan Bukit Mengger sebagai geosite sesar opak yang kini dikembangkan menjadi objek wisata edukasi. Menurutnya, mendokumentasikan serta membukukan kekayaan budaya lokal merupakan bagian dari bentuk pembelaan negara melalui literasi.
Siti Maryam menyampaikan bahwa materi pelestarian budaya lokal tersebut sangat relevan untuk memperkaya pengetahuan siswa di madrasah.
“Penjelasan mengenai Batik Nitik dan Geosite Bukit Mengger memberikan wawasan berharga bagi kami. Literasi budaya seperti ini penting didokumentasikan di perpustakaan madrasah agar para siswa makin mencintai warisan daerahnya,” kata Maryam.
Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi penuh atas keikutsertaan perwakilan madrasah dalam menyerap potensi kearifan lokal tersebut.
“Pengenalan potensi lokal seperti Batik Nitik dan wisata edukasi Bukit Mengger selaras dengan komitmen MAN 1 Bantul Cadas Berkelas. Kami ingin mencetak generasi muda yang cerdas secara akademis sekaligus berakar kuat pada nilai budaya dan kearifan lokal,” ujar Mafrudah.
Azelia Nur Fatma merasa terinspirasi setelah mendengarkan penjelasan materi dari narasumber kedua tersebut.
“Saya jadi lebih tahu tentang keunikan Batik Nitik dan Bukit Mengger di Bantul. Pemaparan ini memotivasi saya untuk ikut melestarikan budaya Bantul melalui tulisan,” tutur Azelia.
(mry)

