Wujudkan Cinta Tanah Air, MAN 1 Bantul Terapkan Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta

Bantul (MAN 1 Bantul) – MAN 1 Bantul mengimplementasikan pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sesuai KMA Nomor 1503 Tahun 2025 dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia. Program pembelajaran yang dirancang oleh Siti Maryam, S.Pd., ini berfokus pada penguatan elemen “Cinta Tanah Air” melalui pelestarian nilai budaya Nusantara. Para siswa diajak mengeksplorasi warisan sastra lama berupa hikayat untuk dihubungkan dengan konteks kekinian.

Melalui model Meaningful Learning, siswa menggali nilai-nilai luhur kepahlawanan, kearifan lokal, dan identitas budaya Indonesia yang terkandung dalam hikayat. Nilai-nilai tersebut kemudian ditransformasikan ke dalam karya penulisan cerpen kreatif berlatar belakang budaya lokal sebagai bentuk kecintaan nyata terhadap tanah air.

Siti Maryam menjelaskan bahwa pendekatan KBC menumbuhkan rasa bangga siswa terhadap kekayaan sastra bangsa.

“Dengan menggali kearifan lokal dari hikayat dan mengekspresikannya kembali melalui cerpen, siswa belajar menghargai warisan budaya Nusantara sebagai wujud kecintaan kepada tanah air,” terang Maryam.

Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan dukungan penuh atas penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah.

“Kurikulum Berbasis Cinta dan semangat melestarikan budaya Nusantara sangat sejalan dengan visi MAN 1 Bantul Cadas Berkelas untuk mencetak generasi yang nasionalis, berbudaya, dan berdaya saing,” tegas Mafrudah.

Siswa mengaku merasa lebih dekat dengan budaya lokal serta bangga mengeksplorasi tradisi nusantara ke dalam karya tulis mereka.

(mry)