Bantul (MAN 1 Bantul) — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMA/MA Kabupaten Bantul mengangkat materi tips meningkatkan pemahaman membaca sebagai salah satu upaya memperkuat kompetensi literasi murid terutama menghadapi TKA. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, (13/10/2026) pukul 13.00 WIB s.d. selesai menjadi wadah bagi para guru untuk berbagi pengetahuan, bertukar pengalaman, serta mengembangkan strategi pembelajaran membaca yang efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan murid di era digital.
Pemahaman membaca merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Kemampuan ini tidak hanya berkaitan dengan kelancaran membaca teks, tetapi juga mencakup kecakapan dalam menemukan ide pokok, mengidentifikasi ide pendukung, memahami makna tersirat, menganalisis informasi, serta menarik kesimpulan berdasarkan isi bacaan. Oleh karena itu, guru perlu menerapkan strategi yang tepat agar murid mampu memahami teks secara mendalam dan kritis.
Dalam pembahasan MGMP tersebut, terdapat beberapa tips yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pemahaman membaca. Pertama, peserta didik perlu membiasakan diri membaca secara aktif dengan mengajukan pertanyaan tentang isi teks. Kedua, mereka perlu mengidentifikasi ide pokok dan informasi pendukung pada setiap paragraf. Ketiga, peserta didik dapat menandai kata kunci, mencatat informasi penting, serta membuat ringkasan menggunakan bahasa sendiri. Strategi tersebut membantu peserta didik memahami hubungan antargagasan sekaligus mengingat informasi yang telah dibaca.
Selain itu, guru dapat menerapkan metode membaca sesuai tujuan, seperti membaca sekilas (skimming) untuk menemukan gambaran umum teks dan membaca memindai (scanning) untuk mencari informasi tertentu. Pemanfaatan teks digital, artikel aktual, dan bacaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari diharapkan mampu meningkatkan minat baca murid.
Melalui kegiatan MGMP Bahasa Indonesia, para guru diharapkan semakin terampil dalam merancang pembelajaran literasi yang inovatif dan berpusat pada murid. Strategi pembelajaran membaca perlu disesuaikan dengan karakteristik, tingkat kemampuan, dan kebutuhan belajar murid agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif. Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya berorientasi pada penyelesaian materi, tetapi juga pada penguatan kemampuan memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara tepat. Hal tersebut sejalan dengan semangat madrasah CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, Anti Diskriminasi). (nk)
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., diharapkan terus mendukung pengembangan kompetensi guru melalui kegiatan kolaboratif seperti MGMP. Peningkatan kompetensi pendidik menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas serta mendorong tumbuhnya budaya literasi di madrasah. Melalui sinergi dan komitmen bersama, guru Bahasa Indonesia diharapkan mampu membimbing peserta didik menjadi pembaca yang kritis, teliti, dan mampu menyikapi informasi secara bijaksana.
Kegiatan MGMP Bahasa Indonesia ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran membaca. Dengan menerapkan strategi yang tepat secara konsisten, peserta didik diharapkan tidak hanya mampu memahami isi bacaan, tetapi juga mengembangkan kemampuan bernalar, memperluas wawasan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap kegiatan membaca. (nk)

