Kepala MAN 1 Bantul Ikuti Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak, Madrasah Harus Jadi Rumah Kedua yang Aman

Bantul (MAN 1 Bantul) — Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengikuti Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak bertema “Mewujudkan Sekolah Tanpa Kekerasan” yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (22/10/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Nyi Ageng Serang I, Kantor DP3AP2 DIY, Jalan Tentara Rakyat Mataram Nomor 31, Yogyakarta.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pendidik dan tenaga kependidikan mengenai pencegahan kekerasan terhadap anak sekaligus memperkuat sinergi berbagai pihak dalam mewujudkan budaya sekolah yang aman dan nyaman. Sosialisasi tersebut diikuti perwakilan dari 42 satuan pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk MAN 1 Bantul.

Dalam sambutan Kepala DP3AP2 DIY yang diwakili Khoirotun Nisa, disampaikan bahwa upaya pencegahan kekerasan perlu dimulai dengan mengedepankan tata nilai yang mendukung terbentuknya ekosistem pendidikan yang sehat. Sekolah bukan sekadar tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, melainkan juga rumah kedua bagi murid yang harus memberikan rasa aman, nyaman, dan perlindungan.

Lingkungan pendidikan yang sehat memerlukan kesadaran bersama untuk membangun hubungan yang saling menghormati, menumbuhkan kepedulian, serta mencegah segala bentuk kekerasan. Oleh karena itu, tanggung jawab menciptakan sekolah yang aman tidak hanya berada di tangan pimpinan sekolah, tetapi juga seluruh warga sekolah dan pihak-pihak yang terlibat dalam pendidikan.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa pencegahan kekerasan harus menjadi bagian dari budaya madrasah, bukan sekadar pemenuhan aturan administratif.

“Madrasah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi setiap murid untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensinya. Pencegahan kekerasan membutuhkan kepedulian, keteladanan, serta komitmen seluruh warga madrasah agar setiap murid merasa dihargai dan terlindungi,” ungkapnya.

Menurut Mafrudah, upaya tersebut sejalan dengan pendidikan karakter yang terus dikembangkan di MAN 1 Bantul. Madrasah berkomitmen membangun lingkungan pendidikan yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap sesama, kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap antikekerasan.

Keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat komitmen MAN 1 Bantul dalam mewujudkan madrasah yang aman, inklusif, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak. Komitmen tersebut selaras dengan nilai CADAS BERKELAS, khususnya karakter agamis, berkarakter, demokratis, dan anti-diskriminasi, sebagai landasan membangun madrasah yang bermartabat dan ramah bagi seluruh murid. (maf)