Bantul (MAN 1 Bantul) — Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di MAN 1 Bantul melalui kegiatan Santri Literart menghadirkan beragam perlombaan yang mengasah kemampuan dan kreativitas murid. Salah satunya adalah lomba khitobah (pidato Bahasa Arab) yang dilaksanakan pada Jumat (23/10/2026) di ruang FL 5 MAN 1 Bantul.
Lomba yang dikoordinatori oleh Meisya Putri Pradipta, S.Pd., ini dilaksanakan secara langsung (live performance). Setiap peserta menyampaikan pidato menggunakan Bahasa Arab Fushah atau bahasa Arab resmi dengan tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Melalui tema tersebut, murid diajak merefleksikan peran santri dalam membangun bangsa serta mempersiapkan generasi yang berkontribusi bagi masa depan Indonesia.
Dalam pelaksanaan, peserta diwajibkan menyampaikan pidato berdurasi 3–5 menit. Naskah pidato harus merupakan karya sendiri dan dikumpulkan dalam bentuk tulisan Arab sebelum perlombaan. Peserta diperbolehkan membawa catatan kecil (cue card), tetapi tidak diperkenankan membaca keseluruhan teks selama tampil. Ketentuan ini mendorong peserta untuk menguasai materi sekaligus melatih kelancaran berbicara dalam Bahasa Arab.
Selain kemampuan berbahasa, peserta juga dituntut memperhatikan isi pidato agar tidak mengandung unsur SARA, pornografi, kekerasan, ujaran kebencian, maupun diskriminasi. Penampilan peserta didukung dengan busana muslim atau muslimah yang sopan dan mencerminkan karakter santri.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan lomba khitobah sebagai sarana pengembangan kemampuan berbahasa sekaligus pembentukan karakter murid. “Kemampuan berbahasa merupakan salah satu bekal penting bagi generasi muda. Melalui lomba ini, murid tidak hanya belajar menggunakan Bahasa Arab, tetapi juga melatih keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan menyampaikan gagasan yang bermanfaat,” ungkap Mafrudah.
Penentuan juara didasarkan pada akumulasi nilai tertinggi dari dewan juri. Apabila terdapat nilai yang sama, penentuan juara mengacu pada nilai tertinggi dalam aspek bahasa (اللغة). Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen MAN 1 Bantul dalam mewujudkan madrasah CADAS BERKELAS, yaitu Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Melalui Santri Literart, murid didorong untuk mengembangkan kompetensi bahasa, keberanian berekspresi, serta karakter santri yang siap berkontribusi bagi bangsa. (ars)

