Kepala MAN 1 Bantul Hadiri Penguatan Implementasi Asta Protas Kemenag Bersama Menteri Agama

YOGYAKARTA (MAN 1 Bantul) — Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menghadiri agenda Penguatan Implementasi Asta Protas Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama D.I. Yogyakarta pada Rabu malam (4/11/2026). Bertempat di Aula Kanwil Kemenag DIY, Jl. Sukonandi No. 8, Semaki, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB ini dihadiri langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., sebagai keynote speaker utama.

Agenda strategis ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk menyatukan langkah serta memperkuat komitmen kelembagaan seluruh satuan kerja (satker) di lingkungan Kanwil Kemenag DIY. Melalui forum ini, seluruh jajaran diarahkan untuk mengadaptasi rumusan taktis program prioritas agar peningkatan mutu transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan keagamaan dapat dirasakan dampaknya secara nyata dan masif oleh masyarakat luas sejalan dengan semangat “Kemenag Berdampak”.

Dalam pemaparannya, Asta Protas dijelaskan sebagai akronim dari Delapan Program Prioritas Kementerian Agama yang dirancang secara khusus untuk mendukung pencapaian misi nasional Asta Cita serta program kerja prioritas pemerintah. Delapan fokus utama kebijakan kebijakan Asta Protas tersebut mencakup:

  1. Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan: Memperkuat kerukunan sosial dan moderasi beragama.
  2. Penguatan Ekoteologi: Mengintegrasikan kesadaran menjaga lingkungan dan alam dengan nilai-nilai keagamaan.
  3. Layanan Keagamaan Berdampak: Menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif dan merata, terutama hingga daerah 3T.
  4. Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi: Peningkatan kompetensi pendidik serta pemanfaatan ekosistem digital dalam instansi pendidikan keagamaan.
  5. Pemberdayaan Pesantren: Mendorong kemandirian pesantren sebagai pusat peradaban dan pendidikan.
  6. Pemberdayaan Ekonomi Umat: Mengoptimalisasi potensi dana sosial seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf produktif.
  7. Sukses Penyelenggaraan Haji: Peningkatan kualitas pelayanan haji dan umrah secara berkala.
  8. Digitalisasi Tata Kelola: Mengintegrasikan berbagai sistem informasi keagamaan ke dalam satu aplikasi demi pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel.

Menanggapi arahan Menteri Agama RI dalam kegiatan tersebut, Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan kesiapan civitas akademika MAN 1 Bantul untuk mentranslasikan delapan arah kebijakan Asta Protas ke dalam program nyata di lingkungan madrasah.

“Delapan arah kebijakan Asta Protas ini menjadi panduan moral sekaligus operasional bagi MAN 1 Bantul. Khususnya pada poin pendidikan unggul, ramah, terintegrasi, ekoteologi, dan digitalisasi tata kelola, kami di MAN 1 Bantul berkomitmen penuh untuk mewujudkannya melalui semangat tata kelola madrasah BERSINAAR—yakni Bersih, Ramah, Simpatik, Integritas, Akuntabel, dan Anti Gratifikasi,” ujar Mafrudah.

Ia juga menambahkan bahwa akselerasi implementasi program prioritas Kemenag di MAN 1 Bantul akan terus dibersamai dengan pembentukan karakter peserta didik dan warga madrasah yang CADAS Berkelas.

“Upaya menghadirkan madrasah yang berdampak nyata bagi masyarakat harus dilandasi oleh semangat CADAS Berkelas, yaitu melahirkan generasi yang Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, serta Anti Diskriminasi. Dengan menyatukan prinsip pelayanan BERSINAAR dan nilai CADAS Berkelas, MAN 1 Bantul siap mensukseskan program Asta Protas Kemenag RI demi kemajuan pendidikan madrasah,” pungkasnya.

Kegiatan berlangsung khidmat dan lancar hingga selesai, menandai kuatnya sinergi dan komitmen seluruh pimpinan satker Kemenag se-DIY dalam mengawal arah baru kebijakan Kementerian Agama RI. (maf)