Pastikan Kualitas Belajar Siswa Lewat Prakerin, Guru Otomotif MAN 1 Bantul Lakukan Monitoring di AHASS Pakarti

Bantul (MAN 1 Bantul) – Memasuki pekan ketiga pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin), guru keterampilan otomotif MAN 1 Bantul melaksanakan kegiatan monitoring rutin ke lokasi penempatan siswa. Bertempat di AHASS Pakarti, Donotirto, Kretek, Bantul, para guru memantau langsung perkembangan dua siswa kelas fase dasar (kelas XI) yang tengah menjalani masa magang, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan monitoring ini merupakan agenda wajib yang dilakukan secara berkala oleh madrasah untuk memastikan siswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan standar kompetensi. Dalam kunjungannya, tim guru yang terdiri dari dua pengajar produktif otomotif berdiskusi dengan instruktur lapangan, meninjau langsung aktivitas siswa di bengkel, serta mencatat berbagai kendala yang dihadapi selama proses magang.

Tim monitoring tampak berkeliling ke setiap pos tempat siswa bertugas, mulai dari area servis ringan, perawatan berkala, hingga bengkel umum. Para guru menyapa dan memberikan semangat kepada siswa. Mereka juga berdialog dengan para mekanik senior yang menjadi pembimbing untuk mengevaluasi perkembangan kompetensi siswa.

“Alhamdulillah, sejauh ini perkembangan mereka cukup baik. Anak-anak sudah mampu mengerjakan perawatan berkala seperti ganti oli, servis rem, dan pembersihan CVT dengan pendampingan. Yang paling kami apresiasi, semuanya disiplin dan tidak pernah terlambat,” ujar instruktur lapangan AHASS Pakarti kepada tim guru.

Salah satu siswa yang dipantau mengaku senang dengan adanya kunjungan dari guru. “Kedatangan bapak guru membuat saya makin semangat. Beliau juga memberi masukan tentang sikap saya saat melayani pelanggan. Saya jadi lebih percaya diri karena tahu madrasah selalu memantau dan mendukung kami,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., saat dikonfirmasi mengenai kegiatan monitoring tersebut menyampaikan apresiasi kepada tim guru yang telah turun langsung ke lapangan. Ia menegaskan bahwa monitoring bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab madrasah terhadap kualitas lulusan.

“Saya sangat mengapresiasi dedikasi para guru keterampilan otomotif yang dengan konsisten melaksanakan monitoring ke lokasi Prakerin. Ini bukan tugas ringan. Mereka harus memastikan setiap siswa mendapat bimbingan yang optimal, menjembatani komunikasi dengan pihak industri, sekaligus memberikan motivasi langsung di lapangan. Monitoring ini adalah bukti bahwa madrasah hadir untuk siswa, tidak hanya saat mereka di dalam kelas, tetapi juga saat mereka belajar di dunia industri,” ujar Mafrudah.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga memperkuat komitmen madrasah dalam membentuk lulusan yang unggul. Hal ini sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul, “CADAS BERKELAS (cerdas, agamis, demokratis, adaptif, smart, berkarakter, cinta lingkungan, dan anti diskriminasi)”, yang tercermin dalam sikap disiplin, etos kerja, serta kemampuan adaptasi siswa di dunia kerja nyata.

Mafrudah juga menitipkan pesan kepada para siswa yang tengah menjalani Prakerin agar memanfaatkan setiap kesempatan belajar dari para mekanik senior yang berpengalaman.

“Kalian adalah duta madrasah di AHASS Pakarti. Tunjukkan bahwa siswa MAN 1 Bantul adalah generasi yang santun, disiplin, dan haus akan ilmu. Teruslah belajar, jaga kesehatan, dan jangan sungkan bertanya jika ada hal yang belum dipahami,” pesannya.

Setelah kegiatan monitoring, tim guru menyusun laporan perkembangan siswa yang akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan program Prakerin ke depan. Monitoring selanjutnya direncanakan dua minggu mendatang dengan agenda tambahan berupa diskusi bersama kepala bengkel guna membahas kemungkinan perpanjangan kerja sama Prakerin pada periode berikutnya. (Fa_Ro)