Bantul (MAN 1 Bantu) – Ketelitian dan kesabaran menjadi kunci utama dalam praktik menakar volume oli suspensi yang dilakukan oleh siswa kelas X (Fase E) program keterampilan otomotif MAN 1 Bantul di bengkel madrasah pada Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari kompetensi dasar perawatan suspensi sepeda motor yang menuntut tingkat akurasi dan ketelitian tinggi.
Sejak pukul 13.00 WIB, sebanyak 37 siswa tampak serius mengikuti praktik di bengkel otomotif. Setiap siswa telah disediakan satu unit suspensi depan (front fork) yang telah dibongkar, gelas ukur khusus, oli suspensi, serta alat suntik untuk membantu proses pengisian oli ke dalam tabung suspensi. Sebelum praktik dimulai, guru produktif otomotif terlebih dahulu memberikan demonstrasi singkat mengenai teknik pengukuran volume oli yang benar dan sesuai standar.
Dalam praktik tersebut, siswa belajar bahwa setiap jenis sepeda motor memiliki spesifikasi volume oli suspensi yang berbeda, berkisar antara 80 ml hingga 150 ml per tabung. Ketidaktepatan dalam pengukuran dapat memengaruhi kenyamanan dan keamanan berkendara. Jika volume oli terlalu sedikit, suspensi akan terasa terlalu empuk dan mudah mengalami bottoming. Sebaliknya, jika terlalu banyak, suspensi menjadi keras dan tidak nyaman digunakan.
“Awalnya saya takut salah menakar karena selisih sedikit saja bisa memengaruhi kerja suspensi. Tetapi setelah mencoba perlahan dan mengikuti arahan guru, ternyata praktik ini sangat menarik. Saya bahkan sampai tiga kali mengecek volume oli sebelum menuangkannya ke tabung suspensi,” ujar salah satu siswa dengan penuh semangat.
Siswa lainnya mengaku mendapatkan pengalaman baru mengenai karakteristik oli suspensi yang berbeda dengan oli mesin.
“Saya baru tahu kalau oli suspensi memiliki tingkat kekentalan yang berbeda. Kalau salah jenis atau salah takaran, suspensi bisa cepat rusak. Ilmu seperti ini sangat bermanfaat untuk bekal di dunia kerja maupun jika suatu saat memiliki bengkel sendiri,” katanya bangga.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., yang turut meninjau kegiatan praktik memberikan apresiasi atas kesungguhan para siswa dalam mengikuti pembelajaran keterampilan otomotif.
“Saya sangat bangga melihat anak-anak begitu teliti dan sabar dalam praktik ini. Pekerjaan seperti menakar oli suspensi memang terlihat sederhana, tetapi membutuhkan fokus, ketelitian, dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Dari kegiatan seperti inilah karakter disiplin dan profesionalisme siswa dibentuk. Saya berharap mereka terus semangat belajar dan menjadi generasi mekanik yang handal serta berakhlak mulia,” ujar Mafrudah.
Mafrudah juga berpesan agar para siswa terus mengasah keterampilan dan membiasakan diri bekerja secara teliti serta tidak terburu-buru.
“Seorang mekanik yang baik adalah mekanik yang presisi dalam bekerja. Pelanggan akan percaya kepada hasil kerja yang rapi dan berkualitas. Karena itu, teruslah berlatih dan jangan mudah puas,” tambahnya.
Sementara itu, guru produktif otomotif menjelaskan bahwa praktik menakar oli suspensi merupakan salah satu indikator pencapaian kompetensi siswa. Dalam praktik ini, siswa dituntut menyelesaikan pekerjaan dengan toleransi kesalahan maksimal 2 ml.
“Alhamdulillah, sebagian besar siswa mampu menyelesaikan praktik dengan baik. Bahkan ada beberapa siswa yang rela mengulang hingga tiga kali demi mendapatkan hasil yang benar-benar presisi. Semangat seperti ini sangat kami apresiasi,” jelas guru pembimbing.
Kegiatan praktik yang berlangsung hingga pukul 15.30 WIB tersebut ditutup dengan sesi evaluasi dan diskusi bersama. Para siswa diminta menyampaikan kendala yang mereka alami selama praktik sekaligus berbagi tips agar pengukuran volume oli lebih akurat. Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.
Kegiatan ini sekaligus mencerminkan implementasi tag line MAN 1 Bantul CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi) melalui sikap disiplin, ketelitian, kerja sama, tanggung jawab, dan semangat belajar para siswa dalam mengikuti praktik keterampilan otomotif. (faro)

