Tunjukkan Kepedulian, Warga MAN 1 Bantul Lakukan Takziyah Bersama ke Rumah Keluarga Hartono

BANTUL (MAN 1 Bantul) – Suasana duka menyelimuti keluarga besar MAN 1 Bantul pada Jumat pagi (22/5/2026). Madrasah kembali menerima kabar duka atas berpulangnya ke rahmatullah Bapak Hartono, purnabakti satpam MAN 1 Bantul.

Mendengar kabar tersebut, Kepala MAN 1 Bantul segera menginstruksikan seluruh guru dan tenaga kependidikan (GTK) untuk melaksanakan takziyah bersama ke rumah duka. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir atas dedikasi almarhum selama mengabdi di MAN 1 Bantul.

Takziyah yang dilakukan oleh pimpinan beserta seluruh jajaran kepada keluarga warga madrasah, baik yang masih aktif maupun yang telah purna tugas, memiliki makna yang sangat penting. Selain sebagai bentuk kewajiban sesama muslim, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kepedulian dan empati dalam lingkungan pendidikan.

Kegiatan takziyah bersama tersebut dinilai membawa dampak positif bagi hubungan internal madrasah. Pertama, memperkuat ikatan emosional dengan menghapus sekat formalitas dan menumbuhkan rasa kekeluargaan antarwarga madrasah. Kedua, meningkatkan loyalitas dan solidaritas melalui sikap saling memiliki dan saling mendukung antarsesama. Ketiga, menciptakan budaya humanis yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga membangun lingkungan sosial yang harmonis dan suportif. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.

“Kehadiran kami di sini adalah bukti bahwa keluarga besar MAN 1 Bantul sangat peduli. Kami tidak ingin membiarkan anggota keluarga besar madrasah, termasuk yang sudah purna tugas, menghadapi musibah ini sendirian,” ujar Mafrudah di sela-sela kegiatan takziyah.

Kepala Tata Usaha MAN 1 Bantul, Martiningsih, S.Pd.I., juga mengungkapkan rasa kehilangan atas wafatnya almarhum Hartono.

“Kehilangan Bapak Hartono menjadi kesedihan mendalam bagi kami semua. Meskipun beliau sudah purna tugas, dedikasi dan keramahan beliau saat menjaga keamanan madrasah tidak akan pernah kami lupakan. Takziyah bersama ini merupakan wujud komitmen kami untuk menjaga ikatan kekeluargaan. Kami ingin memastikan bahwa dalam suka maupun duka, warga MAN 1 Bantul—baik yang masih aktif maupun yang telah purna—tidak pernah berjalan sendirian,” tutur Martiningsih.

Lebih lanjut, Martiningsih menyampaikan bahwa kehadiran rombongan MAN 1 Bantul diharapkan dapat memberikan dukungan moril bagi keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran pimpinan dan rekan kerja diharapkan mampu menjadi penguat hati agar keluarga tetap tabah, sabar, dan ikhlas menerima ketetapan Allah SWT.

Sementara itu, Siti Zamronah, istri almarhum, mewakili keluarga menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan kunjungan keluarga besar MAN 1 Bantul.

“Kami atas nama keluarga besar almarhum Bapak Hartono mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kehadiran, doa, dan perhatian dari Kepala Madrasah beserta Bapak/Ibu Guru MAN 1 Bantul. Kehadiran rombongan pagi ini sungguh menjadi penyejuk hati dan penguat bagi kami yang sedang berduka. Mohon dimaafkan apabila selama almarhum mengabdi di madrasah terdapat kekhilafan,” ujar Siti Zamronah dengan terbata-bata.

Seluruh keluarga besar MAN 1 Bantul mendoakan semoga almarhum Bapak Hartono husnul khatimah, diterima segala amal ibadahnya, diampuni segala kekhilafannya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. Kegiatan takziyah ini juga sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul, yaitu CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr)