Jelang Usai ASAT, Guru MAN 1 Bantul Sibuk Siapkan Penilaian Autentik

BANTUL (MAN 1 Bantul) – Suasana ruang guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bantul tampak berbeda pada Jumat siang (12/6/2026). Di hari kedelapan pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT), konsentrasi tinggi menyelimuti para pendidik. Menjelang berakhirnya agenda ujian tahunan ini, para guru mulai tancap gas menyiapkan proses penilaian autentik demi menyajikan laporan hasil belajar yang akurat bagi para siswa.
Aktivitas padat ini mencakup pengolahan nilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Tidak hanya berkutat dengan angka, para guru juga disibukkan dengan penulisan deskripsi capaian kompetensi serta penyusunan catatan wali kelas. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh rekam jejak akademik siswa—mulai dari nilai tugas harian, Penilaian atau Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS), hingga Penilaian atau Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAT)—terdokumentasi secara rapi di dalam Buku Nilai. Selain itu, evaluasi kehadiran siswa dan strategi komunikasi dengan orang tua murid turut menjadi agenda krusial yang dipersiapkan.
Kesibukan ini mendapat perhatian dan apresiasi dari berbagai pihak internal madrasah, mulai dari kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, hingga guru yang bersangkutan.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I. memberikan apresiasi atas semangat para guru.
“Penilaian autentik ini adalah potret riil dari kompetensi siswa kita, bukan sekadar angka di atas kertas. Saya sangat mengapresiasi dedikasi luar biasa para guru yang tetap teliti dan objektif di tengah padatnya jadwal jelang akhir tahun ajaran. Kita ingin memastikan bahwa rapor yang diterima orang tua nanti benar-benar menggambarkan perkembangan karakter dan akademik anak secara utuh.” uar Mafrudah.
Wakabid Kurikulum MAN 1 Bantul, Bin Umaryati, S.Pd. mengingatkan para guru untuk memanfaatkan waktu yang tersisa sebaik mungkin.
“Waktu kita cukup terbatas antara selesainya ASAT dengan pembagian rapor. Oleh karena itu, pencatatan di Buku Nilai serta pengolahan nilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan harus dicicil sejak sekarang. Kami juga menekankan pentingnya evaluasi kehadiran sebagai salah satu pertimbangan utama kenaikan kelas, agar objektifitas tetap terjaga.” ucap Umaryati.
Guru Multimedia MAN 1 Bantul, yang sekaligus juga sebagai wali kelas, Yustika Nur Baiti, S.Pd. juga mengungkapkan perasaannya sebagai guru wali kelas.
“Hari-hari terakhir ASAT justru menjadi puncak kesibukan kami. Menulis deskripsi capaian dan catatan wali kelas membutuhkan ketelitian ekstra karena setiap anak itu unik. Selain mengolah nilai, kami juga sedang memetakan siswa mana saja yang memerlukan komunikasi khusus dengan orang tuanya, agar sinergi antara madrasah dan rumah tetap berjalan baik setelah rapor dibagikan.” Ungkap Yustika.
Melalui persiapan yang matang dan terintegrasi ini, MAN 1 Bantul berkomitmen untuk terus menjaga kualitas transparansi akademik serta memperkuat hubungan komunikasi yang harmonis dengan orang tua wali murid. Hal ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr).