BANTUL (MAN 1 Bantul) – Tampak hiruk-pikuk disertai canda tawa dari para Tenaga Kependidikan (Tendik) mewarnai lingkungan MAN 1 Bantul pada Jumat pagi (12/6/2026). Suasana hangat penuh kebersamaan ini menjadi penanda aksi nyata para tendik yang tengah menunjukkan perannya sebagai motor penggerak, fasilitator, sekaligus teladan (role model) dalam menyukseskan program Jumat Hijau—sebuah gerakan berkala yang berfokus pada Jumat Bersih dan Peduli Lingkungan.
Melalui aksi nyata ini, para tendik berkomitmen menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada diri siswa. Bukan sekadar instruksi, edukasi ini disajikan melalui praktik langsung (learning by doing) mulai dari kerja bakti membersihkan sudut-sudut madrasah, pemilahan sampah, hingga program penghijauan di lingkungan internal MAN 1 Bantul.
Tendik secara aktif memberikan contoh konkret kepada peserta didik, seperti bagaimana membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah organik dan anorganik secara tepat, hingga membiasakan diri menghemat penggunaan air serta energi di lingkungan madrasah.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi yang luar biasa atas inisiatif dan dedikasi yang ditunjukkan oleh para tenaga kependidikan. Menurutnya, keteladanan adalah metode pembelajaran yang paling efektif.
“Karakter peduli lingkungan tidak bisa tumbuh hanya dari teori di dalam kelas. Apa yang dilakukan oleh rekan-rekan tendik hari ini adalah bentuk komitmen luar biasa. Ketika siswa melihat langsung guru dan tenaga kependidikannya memegang sapu, memilah sampah, dan menanam pohon, rona keteladanan itu akan membekas dan ditiru oleh anak-anak kita. Ini esensi sejati dari madrasah sebagai ekosistem pendidikan yang hijau dan berkarakter,” puji Mafrudah.
Senada dengan Kepala Madrasah, Kepala Tata Usaha (TU) MAN 1 Bantul, Martiningsih, S.Pd.I., menekankan pentingnya sinergi dan konsistensi dalam menjaga kelestarian lingkungan sekolah.
“Kami di jajaran tata usaha dan kependidikan ingin memastikan bahwa pelayanan di madrasah tidak hanya unggul secara administrasi, tetapi juga unggul dalam budaya kerja yang bersih dan sehat. Kegiatan Jumat Hijau ini menjadi momentum bagi kami untuk merekatkan kebersamaan sekaligus membuktikan bahwa tendik adalah pilar penting dalam membentuk atmosfer madrasah yang asri, nyaman, dan ramah lingkungan,” tegas Kepala TU.
Di sela-sela aktivitas pembersihan, salah seorang perwakilan Tendik MAN 1 Bantul, Sumanto, mengungkapkan rasa bangganya bisa terlibat langsung dalam gerakan moral ini. Canda tawa yang mengiringi kerja bakti dinilai sebagai bentuk kebahagiaan dalam mengabdi.
“Kami ingin menunjukkan kepada anak-anak bahwa menjaga kebersihan itu bukan sebuah beban, melainkan kebutuhan dan bagian dari iman. Dengan terjun langsung memilah sampah organik dan anorganik serta mengingatkan pentingnya matikan keran air setelah dipakai, kami berharap anak-anak tergerak hatinya. Melihat lingkungan madrasah bersih dan hijau itu membawa kepuasan tersendiri bagi kami,” pungkasnya penuh semangat.
Melalui program Jumat Hijau yang dimotori oleh keteladanan para tendik ini, MAN 1 Bantul optimis dapat terus mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga memiliki kesalehan ekologis demi keberlanjutan lingkungan di masa depan. Hal ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi.” (chr).

