Jelang Penerimaan Rapor, Wali Kelas MAN 1 Bantul Berpacu Selesaikan Tugas Administratif

BANTUL (MAN 1 Bantul) – Suasana ruang guru MAN 1 Bantul pada Senin pagi (22/6/2026) tampak berbeda dari biasanya. Ketegangan positif dan ritme kerja yang cepat begitu terasa ketika para wali kelas X dan XI tengah berjibaku di depan laptop masing-masing. Menjelang hari pembagian rapor semester genap tahun ajaran 2025/2026, mereka saling berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan seluruh rangkaian tugas administratif siswa.
Tugas para wali kelas ini terbilang kompleks dan menuntut ketelitian tinggi. Setidaknya ada tiga fokus utama yang harus mereka rampungkan. Pertama, melakukan rekapitulasi nilai, yang meliputi pengumpulan, verifikasi, hingga penginputan nilai dari seluruh guru mata pelajaran ke dalam aplikasi e-Rapor atau Rapor Diggital Madrasah (RDM). Kedua, evaluasi presensi untuk menghitung secara akumulatif kehadiran siswa, baik sakit, izin, maupun tanpa keterangan. Ketiga, penilaian sikap, di mana wali kelas harus merangkum catatan perkembangan karakter, mencakup aspek spiritual dan sosial siswa selama satu semester penuh.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan kerja keras yang ditunjukkan oleh para guru, khususnya mereka yang mengemban amanah sebagai wali kelas.
“Administrasi rapor ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan wujud akuntabilitas profesional kita kepada orang tua dan masyarakat. Saya sangat bangga melihat semangat para wali kelas yang tetap menjaga ketelitian di tengah target waktu yang ketat. Insyaallah, kerja keras ini menjadi bagian dari pelayanan terbaik kita demi masa depan anak-anak,” ujar Mafrudah saat meninjau suasana di ruang guru.
Senada dengan Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Bin Umaryati, S.Pd., menjelaskan bahwa proses pengisian RDM kali ini diupayakan berjalan tepat waktu agar tidak mengganggu lini masa (timeline) kalender akademik madrasah yang telah ditentukan.
“Dari bidang kurikulum, kami terus memantau dan mendampingi proses ini agar sistem berjalan lancar tanpa kendala teknis yang berarti. Sinkronisasi nilai, presensi, dan catatan sikap memang membutuhkan konsentrasi tinggi. Kami menargetkan seluruh proses penginputan selesai tepat waktu sebelum hari H pembagian rapor, sehingga saat diserahkan kepada orang tua, datanya sudah benar-benar valid dan siap,” jelas Bin Umaryati.
Sementara itu, salah seorang guru yang bertindak sebagai wali kelas XI, Yustika Nurbaiti, S.Pd., membagikan pengalamannya mengenai dinamika menjelang akhir semester ini. Baginya, tantangan terbesar adalah merangkum catatan perkembangan karakter siswa agar benar-benar objektif.
“Menjelang pembagian rapor seperti sekarang ini, waktu rasanya berjalan sangat cepat. Kami harus memastikan semua nilai mapel dari bapak/ibu guru lain masuk dengan pas, lalu menghitung presensi dengan jeli. Tantangan yang paling berkesan adalah menyusun penilaian sikap spiritual dan sosial. Kami ingin catatan karakter itu betul-betul menggambarkan perkembangan personal setiap anak, sehingga bisa menjadi evaluasi yang membangun bagi siswa dan orang tua mereka di rumah,” ungkapnya di sela-sela kesibukan mengisi RDM.
Meskipun dihadapkan pada tumpukan tugas administratif yang cukup menyita energi, kebersamaan dan atmosfer saling mendukung di antara guru MAN 1 Bantul membuat suasana kerja tetap kondusif dan penuh semangat demi menyambut kesuksesan evaluasi belajar akhir tahun ajaran. Hal ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr)