Bantul (MAN 1 Bantul) – Komitmen meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di madrasah terus diwujudkan melalui kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Madrasah Aliyah se-Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan pada Selasa (28/07/2026) di MAN 1 Gunungkidul. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Laily Amin Fajariyah, M.Pd. sebagai narasumber dengan materi “KBC: Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pembelajaran Mendalam Bahasa Inggris.” Hadir dalam kegiatan tersebut Dra. Eny Sofia, guru Bahasa Inggris dari MAN 1 Bantul.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan sambutan Kepala MAN 1 Gunungkidul, H. Kholis Muhajir, S.Ag., M.S.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh guru Bahasa Inggris Madrasah Aliyah se-DIY serta mengapresiasi semangat para peserta dalam meningkatkan kompetensi melalui forum MGMP.
Selanjutnya, Ketua MGMP Bahasa Inggris MA DIY, Nurwidyastuti, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada MAN 1 Gunungkidul atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan kegiatan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dr. Laily Amin Fajariyah, M.Pd. yang telah meluangkan waktu untuk berbagi wawasan mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran Bahasa Inggris.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar MAN 1 Gunungkidul atas sambutan hangat dan fasilitas yang luar biasa. Penghargaan setinggi-tingginya juga kami sampaikan kepada Ibu Dr. Laily Amin Fajariyah, M.Pd. yang telah berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat diimplementasikan di madrasah masing-masing,” tuturnya.
Pada sesi inti, Dr. Laily Amin Fajariyah, M.Pd. menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai kasih sayang, empati, penghormatan terhadap keberagaman, dan pembentukan karakter ke dalam setiap proses pembelajaran. Menurut beliau, pembelajaran mendalam (deep learning) harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna sehingga peserta didik tidak hanya menguasai kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
“Pembelajaran Bahasa Inggris hendaknya tidak hanya mengajarkan keterampilan berbahasa, tetapi juga menjadi media untuk membangun karakter peserta didik. Ketika nilai cinta, empati, dan penghargaan terhadap sesama hadir dalam proses belajar, maka pembelajaran akan menjadi lebih bermakna dan membentuk pribadi yang utuh,” jelas Dr. Laily Amin Fajariyah.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi, refleksi, serta berbagi praktik baik antarguru dari berbagai Madrasah Aliyah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Para peserta tampak antusias berdiskusi mengenai strategi mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta ke dalam pembelajaran Bahasa Inggris yang selaras dengan pendekatan pembelajaran mendalam.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah. S.Ag., M.Pd.I memberikan apresiasi kepada Guru MAN 1 Bantul yang mengikuti kegiatan tersebut. Melalui kegiatan MGMP ini diharapkan guru-guru Bahasa Inggris Madrasah Aliyah se-DIY semakin siap mengembangkan pembelajaran yang inovatif, humanis, dan berpusat pada peserta didik. Semangat kolaborasi yang terbangun dalam forum MGMP menjadi modal penting untuk mewujudkan pembelajaran Bahasa Inggris yang tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga berkarakter, berempati, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (Sof)

