Tingkatkan Kedisiplinan dan Etika, Guru Piket MAN 1 Bantul Sambut Kedatangan Siswa Putra di Gerbang Madrasah

BANTUL (MAN 1 Bantul) — Pemandangan hangat dan penuh kedisiplinan terlihat di area gerbang masuk madrasah pada Rabu (29/07/2026) pagi. Para guru piket pria (bapak-bapak guru) berdiri siaga menyambut kedatangan para siswa putra yang berdatangan sejak pagi hari.

Dengan penuh santun, para siswa putra tampak mengantre dengan tertib untuk menyapa dan berjabat tangan (sungkem/salam) dengan para guru sebelum melangkahkan kaki menuju ruang kelas. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada pendidik, kegiatan penyambutan pagi ini juga menjadi sarana untuk memantau kerapian seragam dan kesiapan para siswa dalam mengawali pembelajaran.

Sapaan ramah dan senyuman dari para guru piket di pagi hari memberikan energi positif dan rasa nyaman bagi para siswa, menciptakan iklim madrasah yang penuh kekeluargaan dan kedisiplinan.

Aktivitas penyambutan pagi ini mendapat tanggapan dan apresiasi positif dari Kepala Madrasah, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I. Beliau menyampaikan bahwa pembiasaan salam dan sapa setiap pagi merupakan pilar penting dalam membentuk karakter akhlakul karimah yang selaras dengan tagline madrasah, CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi).

“Penyambutan pagi oleh guru piket ini merupakan wujud nyata penanaman nilai agamis dan pembentukan siswa yang berkarakter. Melalui tradisi bersalaman dan menyapa guru, para siswa dilatih untuk senantiasa memiliki rasa hormat, sopan santun, dan kedisiplinan sejak dini,” ujar Mafrudah.

Lebih lanjut, Mafrudah menambahkan bahwa lingkungan madrasah yang penuh perhatian akan mendorong siswa tumbuh menjadi pribadi yang seimbang.

“Suasana belajar yang harmonis dan penuh kehangatan ini mencerminkan semangat anti diskriminasi dan demokratis, di mana setiap siswa mendapatkan perhatian dan pembinaan yang setara. Budaya positif ini akan membantu para siswa menjadi pribadi yang cerdas, smart, dan adaptif dalam menuntut ilmu. Di samping itu, kebiasaan menjaga ketertiban serta kebersihan area gerbang setiap pagi juga mendidik siswa untuk terus menumbuhkan rasa cinta lingkungan,” tambahnya.

Melalui pembiasaan rutin setiap pagi ini, diharapkan hubungan yang erat dan saling menghormati antara guru dan peserta didik dapat terus terjaga, sekaligus menjadi modal utama dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berakhlak mulia. (ska)