Kepala MAN 1 Bantul Ikuti Pembinaan Kabid Penmad Kanwil Kemenag DIY, Perkuat Sinergi dan Budaya Mutu Madrasah

Pangandaran (MAN 1 Bantul) – Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengikuti Pembinaan dan Pengarahan H. Sidik Pramono, S.Ag., M.Si., Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (Kabid Penmad Kanwil DIY) di RM Mina Family, Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (7/8/2026) malam.

Pembinaan yang berlangsung mulai pukul 19.30 WIB tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan studi tiru atau benchmarking KKMA DIY di MAN 1 Pangandaran. Kegiatan diikuti para kepala madrasah dan unsur pengelola madrasah dari DIY sebagai forum untuk menyamakan persepsi, menyampaikan kebijakan, sekaligus memperkuat koordinasi dalam pengembangan madrasah.

Dalam arahannya, Kabid Penmad Kanwil DIY menekankan pentingnya membangun madrasah secara bersama-sama melalui kolaborasi dan kemitraan. Madrasah diharapkan tidak memandang madrasah lain sebagai kompetitor, tetapi sebagai mitra untuk saling berbagi praktik baik dan menyebarkan kebaikan.

“Jangan jadikan madrasah lain sebagai kompetitor, tetapi sebagai mitra untuk saling menyebarkan kebaikan madrasah. Ngapik-ngapiki madrasah lain akan menjadi kebaikan sendiri untuk madrasah kita,” demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam pembinaan.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah tantangan penurunan jumlah peserta didik yang tidak hanya dialami madrasah swasta, tetapi juga madrasah negeri. Karena itu, penguatan madrasah perlu dilakukan melalui kebersamaan, kolaborasi, dan upaya meningkatkan keunggulan masing-masing lembaga.

Sidik Pramono juga menyampaikan apresiasi atas capaian Daerah Istimewa Yogyakarta yang meraih peringkat pertama tingkat nasional dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Capaian tersebut diharapkan dapat dipertahankan melalui pola kolaborasi antarmadrasah sekaligus penguatan kekhasan masing-masing madrasah.

“Madrasah bisa maju, bermutu, mendunia bersama-sama,” menjadi salah satu penegasan dalam pembinaan tersebut.

Selain penguatan mutu dan kolaborasi, pembinaan juga membahas sejumlah hal teknis dan kebijakan, antara lain perubahan konsep kontrak prestasi yang akan diarahkan menggunakan tahun ajaran, persiapan pengajuan dan pencetakan ijazah, pelaksanaan Penerimaan Murid Baru dan Masa Pengenalan Madrasah (PMBM), pengelolaan rombongan belajar, serta pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI).

Dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, Kabid Penmad mengingatkan pentingnya memperhatikan linieritas ijazah maupun sertifikasi guru dengan tugas yang diemban. Kepala madrasah dan kepala tata usaha juga diminta menyampaikan informasi mengenai Uji Kompetensi Kenaikan Jabatan (UKKJ) kepada para guru karena pendaftaran dibuka pada 1–15 Agustus 2026.

Pembinaan turut menyoroti pengelolaan BOS serta anggaran komite agar dilaksanakan secara baik, hati-hati, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal tersebut menjadi bagian penting dari penguatan tata kelola madrasah yang profesional dan akuntabel.

Pada bagian akhir, Kabid Penmad menyampaikan rencana penguatan Tim Pengembang Madrasah yang diharapkan dapat membantu madrasah melalui konseling, koordinasi, serta analisis perkembangan masing-masing madrasah. Madrasah yang memiliki keunggulan juga diharapkan dapat memberikan pendampingan kepada madrasah lainnya.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menilai pembinaan tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat pemahaman terhadap kebijakan sekaligus membangun jejaring kolaborasi antarmadrasah.

“Pembinaan seperti ini memberikan penguatan bagi kami untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan. Yang tidak kalah penting adalah membangun semangat bahwa kemajuan madrasah tidak harus dicapai dengan berjalan sendiri. Kita dapat saling belajar, berkolaborasi, dan menguatkan agar seluruh madrasah semakin bermutu,” ungkapnya.

Menurut Mafrudah, semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan nilai CADAS BERKELAS yang dikembangkan MAN 1 Bantul. Nilai Cerdas dan Adaptif diwujudkan melalui keterbukaan untuk belajar dari praktik baik, sedangkan nilai Berkarakter dan Demokratis diperkuat melalui budaya saling menghargai dan membangun kemitraan antarmadrasah.

“Semangat CADAS BERKELAS mendorong kami untuk tidak hanya berorientasi pada kemajuan internal MAN 1 Bantul, tetapi juga mengambil bagian dalam ekosistem madrasah yang saling menguatkan. Ketika madrasah maju bersama, pada akhirnya yang mendapatkan manfaat adalah peserta didik dan masyarakat,” tambahnya.

Keikutsertaan Kepala MAN 1 Bantul dalam pembinaan tersebut menjadi bagian dari komitmen madrasah untuk terus memperkuat budaya mutu, meningkatkan kualitas tata kelola, dan mengembangkan jejaring kolaborasi. Semangat tersebut diharapkan semakin mengokohkan langkah MAN 1 Bantul menuju madrasah yang Maju, Bermutu, dan Mendunia, dengan tetap berpegang pada nilai CADAS BERKELAS. (maf)