Tingkatkan Kualitas Pengajaran, MAN 1 Bantul Kirim Dua Guru Bahasa Arab Ikuti Workshop Best Practice Maharah Kalam

BANTUL (MAN 1 Bantul) — MAN 1 Bantul mengutus dua guru bahasa Arab, Mukrimuddin, S.Ag., dan Choir Rosyidi, S.S., M.Pd.I., untuk berpartisipasi dalam kegiatan “Role Model Pembelajaran Bahasa Arab: Sharing Best Practice Guru: Maharah Kalam”. Acara yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Arab Tingkat Madrasah Aliyah (MA) se-DIY ini berlangsung di Gedung Pusat Sumber Belajar Bersama (PSBB) MAN 3 Sleman pada Selasa (11/8/2026).
Kegiatan ini dirancang sebagai forum strategis bagi para pendidik untuk saling berbagi pengalaman sukses, ide kreatif, serta metode efektif dalam mengajarkan keterampilan berbicara (Maharah Kalam) kepada para siswa di tingkat madrasah aliyah.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi tinggi atas keikutsertaan perwakilan gurunya dalam forum ini. Menurutnya, partisipasi aktif guru dalam kegiatan pengembangan profesionalitas seperti ini akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di kelas.
“Penguasaan Maharah Kalam atau keterampilan berbicara merupakan kunci utama dalam pembelajaran bahasa asing. Kami berharap partisipasi dua guru kami dalam forum sharing best practice ini dapat membawa pulang inovasi dan strategi baru yang segar, sehingga pembelajaran bahasa Arab di MAN 1 Bantul semakin menyenangkan dan tidak membosankan bagi para siswa,” ungkap Kepala MAN 1 Bantul.
Ketua MGMP Bahasa Arab MA se-DIY, Mukrimudiin, S.Ag., menegaskan pentingnya forum ini untuk membangun kebersamaan dan merumuskan standar pengajaran yang adaptif di wilayah Yogyakarta.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyamakan persepsi dan standar kualitas pengajaran Maharah Kalam di antara seluruh madrasah aliyah anggota MGMP. Forum ini menjadi ruang terbuka bagi guru-guru untuk saling meniru, memodifikasi, dan mengadopsi pemanfaatan media visual, teknologi, maupun aplikasi pembelajaran yang terbukti sukses diterapkan di madrasah lain,” jelas Ketua MGMP.
Sementara itu, salah satu guru utusan MAN 1 Bantul, Choir Rosyidi S.S., M.Pd.I., mengungkapkan rasa optimisnya setelah mengikuti seluruh rangkaian sesi. Banyak solusi konkret yang diperoleh untuk menjawab tantangan pengajaran bahasa Arab di era digital.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan kami. Kami mendapatkan banyak ide segar untuk mengatasi kendala klasik, seperti siswa yang ragu, takut salah, atau kurang percaya diri saat berpraktik bicara. Solusi dan teknik interaktif yang disajikan para role model akan segera kami kembangkan dan terapkan di MAN 1 Bantul,” tuturnya.
Melalui keikutsertaan ini, MAN 1 Bantul terus berkomitmen mendukung peningkatan kompetensi pendidik demi menciptakan suasana belajar yang interaktif, transformatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi masa kini. Hal ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi.” (Chr).