Simbol Keakraban, MAN 1 Bantul Serahkan Tali Asih Penutup Program Pengabdian di Mushola Al Ghoffar

Bantul (MAN 1 Bantul) — Mengakhiri masa bakti program pengabdian masyarakat selama tiga minggu, MAN 1 Bantul menyerahkan taliasih dan kenang-kenangan kepada pengurus Mushola Al Ghoffar pada akhir kegiatan pendampingan TPA. Penyerahan tersebut menjadi simbol keakraban sekaligus penguatan silaturahmi antara madrasah dan masyarakat setelah para siswa FD 1 mendampingi anak-anak TPA dalam berbagai kegiatan keagamaan.

Taliasih tersebut diterima langsung oleh Erni, selaku pengurus Mushola Al Ghoffar. Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kontribusi para siswa MAN 1 Bantul yang telah membantu menghidupkan kegiatan di mushola selama program berlangsung.

Selama hampir tiga minggu, para siswa tidak hanya mengajar mengaji, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan menyenangkan bagi anak-anak TPA. Kegiatan tersebut di antaranya murojaah bersama untuk memperkuat hafalan surat-surat pendek, permainan islami yang mengajarkan nilai-nilai agama melalui metode yang menyenangkan, serta lomba melukis bernuansa religi yang memberi ruang bagi kreativitas anak-anak.

“Kami sangat senang dan bangga dengan kehadiran siswa-siswi MAN 1 Bantul. Bantuan mereka sangat terasa, terutama dalam memotivasi anak-anak TPA untuk rajin datang ke mushola. Kehadiran mereka benar-benar membantu tugas kami di sini,” ungkap Ibu Erni.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa taliasih tersebut merupakan bentuk apresiasi madrasah kepada pihak Mushola Al Ghoffar yang telah bersedia menjadi mitra dalam pelaksanaan program pengabdian siswa.

Menurutnya, kegiatan pengabdian masyarakat menjadi sarana pembelajaran nyata bagi siswa untuk menumbuhkan kepedulian sosial, empati, serta kemampuan berinteraksi dengan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan nilai CADAS Berkelas yang dikembangkan di MAN 1 Bantul.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa mampu mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan nyata sekaligus memperkuat hubungan antara madrasah dan masyarakat sebagai bagian dari pendidikan karakter yang berkelanjutan. (Etra)