Lagu “Sampaikan Rindu” Getarkan Jiwa, Isak Tangis Warnai Perpisahan Siswa Kelas XII MAN 1 Bantul

BANTUL (MAN 1 Bantul) – Suasana khidmat dalam acara penyerahan kembali siswa kelas XII MAN 1 Bantul yang digelar di Restoran Waroeng Omah Sawah (WOS), Senin (11/5/2026), mendadak berubah menjadi momen penuh haru. Kegembiraan kelulusan sejenak tertutup nuansa duka saat melodi lagu “Sampaikan Rindu” mulai menggema di ruang pertemuan.

Lagu yang dipopulerkan oleh Lyodra dan diciptakan oleh Ade Govinda tersebut dibawakan dengan penuh penghayatan oleh Luthfiyah Khsnul Hamidah dari kelas XII FL 5 bersama Frea dari kelas XI FD 2 dan Nabila dari kelas X E5, didampingi guru matematika, Ema Priliawati, S.Si. Kehadiran adik kelas dalam penampilan tersebut semakin menambah makna kebersamaan dan kepedulian antarsiswa di MAN 1 Bantul. Penampilan itu bukan sekadar persembahan seni, melainkan bentuk penghormatan dan ungkapan rindu kepada Silvi Novia, siswi MAN 1 Bantul yang telah berpulang ke Rahmatullah menjelang pelaksanaan ujian akhir.

Lirik lagu yang menggambarkan kerinduan mendalam dan kepasrahan atas kehilangan seseorang yang dicintai sukses menyentuh hati para hadirin. Tak sedikit siswa, guru, hingga orang tua/wali murid yang tak kuasa membendung air mata saat foto almarhumah ditampilkan mengiringi penampilan tersebut.

Momen menyentuh ini memunculkan beragam ungkapan haru dari keluarga besar MAN 1 Bantul. Kepala Madrasah, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., turut menitikkan air mata mengenang sosok almarhumah yang dikenal rajin dan santun. “Acara hari ini memang tentang pelepasan, tetapi kehilangan ananda Silvi membuat perpisahan ini terasa jauh lebih berat. Kami bangga dengan solidaritas para siswa. Ini membuktikan bahwa di MAN 1 Bantul, kita bukan sekadar teman sekolah, melainkan satu keluarga yang saling memiliki,” ujarnya sambil menyeka air mata.

Ema Priliawati, S.Si., selaku Guru Matematika sekaligus pendamping, juga menyampaikan kesannya terhadap sosok Silvi yang dikenal rajin dan ceria. “Anak-anak sendiri yang meminta untuk membawakan lagu ini. Kami ingin memberikan penghormatan terakhir untuk Silvi. Meski raganya tidak ada bersama kita untuk menerima ijazah, namanya akan selalu hidup di hati kami. Lagu ini menjadi pesan cinta dan rindu kami untuknya,” terangnya.

Perwakilan siswa, Luthfiyah Khsnul Hamidah, mengaku masih sulit melupakan sosok Silvi. “Rasanya ada yang kurang saat melihat kursi kosong di barisan kami. Silvi adalah teman yang baik dan menyenangkan. Tadi saat menyanyi, kami membayangkan dia hadir bersama kami memakai toga. Lagu ini menjadi cara kami menyampaikan rindu yang tidak lagi bisa diucapkan secara langsung,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Perwakilan wali murid, Basuki, juga turut merasakan kesedihan yang dialami para siswa. “Sangat menyentuh hati. Kami para orang tua ikut merasakan duka yang dialami anak-anak. Melihat kepedulian guru dan teman-temannya terhadap almarhumah membuat kami merasa tenang karena anak-anak kami tumbuh di lingkungan yang penuh empati,” katanya.

Acara penyerahan kembali ini diakhiri dengan doa bersama untuk almarhumah Silvi Novia. Meski diwarnai suasana duka, semangat para lulusan untuk melangkah menuju masa depan tetap terpancar. Kenangan tentang persahabatan dan kebersamaan akan selalu hidup di hati keluarga besar MAN 1 Bantul. Hal ini sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang terus disosialisasikan, yaitu CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (Chr).