Dari Tenda ke MAN 1 Bantul: Wajah Lelah Tak Bisa Sembunyikan Bahagia Pulang Kemah

Bantul (MAN 1 Bantul) – Deretan bus dan kendaraan pengangkut peserta perkemahan MAN 1 Bantul tampak memasuki gerbang madrasah pada Jumat pagi (8/5/2026). Tepat pukul 09.40 WIB,  siswa kelas X mendarat kembali di titik kumpul dengan selamat setelah menyelesaikan petualangan selama tiga hari di Lembah Sorory, Pelemadu, Sriharjo, Imogiri.

Meskipun raut wajah kelelahan terpancar jelas setelah beraktivitas intens sejak Rabu (6/5/2026), senyum lebar dan tawa renyah tetap menghiasi bibir para siswa. Tas-tas besar dan perlengkapan tenda yang mereka panggul seolah menjadi saksi bisu perjuangan mereka menaklukkan tantangan alam di perbukitan Imogiri.

Selama perkemahan, para siswa tidak hanya ditempa secara fisik melalui jelajah alam, tetapi juga diajak untuk meningkatkan kemandirian dan rasa empati. Suasana haru dan ceria bercampur aduk saat para siswa saling berpamitan dengan lokasi Lembah Sorory yang telah menjadi “rumah” sementara mereka selama tiga hari terakhir.

Menyambut kedatangan rombongan di halaman madrasah, Kepala MAN 1 Bantul, Ibu Mafrudah, memberikan apresiasi hangat kepada seluruh siswa dan panitia yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini.

“Wajah-wajah lelah yang saya lihat hari ini adalah wajah-wajah pemenang. Mereka telah berhasil keluar dari zona nyaman, belajar disiplin, dan membangun solidaritas di tengah alam. Sesuai dengan semangat pendidikan yang kita usung, perkemahan ini adalah proses belajar yang sangat meaningful (bermakna). Saya bangga melihat mereka pulang dengan selamat pukul 09.40 tadi; lelah fisiknya pasti ada, tapi kebahagiaan dan kematangan mental yang mereka bawa pulang jauh lebih berharga untuk masa depan mereka,” tutur Ibu Mafrudah dengan penuh syukur.

Setibanya di madrasah, para siswa mengikuti pengecekan akhir sebelum diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan karakter tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan alam dan sesama di bawah naungan tenda perkemahan.( dryh )