BANTUL (MAN 1 Bantul) — Pembacaan Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan salah satu momen sakral dalam rangkaian upacara bendera hari Senin. Pada upacara rutin yang digelar di lapangan utama MAN 1 Bantul, Senin pagi (4/5/2026), tugas penting tersebut berhasil ditunaikan dengan sangat apik oleh siswi kelas X E3, Ameli.
Berdiri tegap di depan mikrofon dengan mengenakan seragam dinas upacara putih lengkap dengan lencana merah putih, Ameli tampil percaya diri di hadapan ratusan pasang mata peserta upacara. Dengan memegang teks UUD 1945 setinggi dada, ia melantangkan setiap bait konstitusi negara dengan vokal yang tegas, artikulasi yang jelas, dan intonasi yang penuh penjiwaan. Suaranya yang mantap melintasi pengeras suara berhasil membawa suasana upacara menjadi semakin khidmat dan menyentuh sanubari seluruh civitas akademika yang hadir.
Keberhasilan Ameli ini menjadi buah manis dari proses latihan mandiri dan bimbingan intensif yang dilakoninya demi memberikan penampilan terbaik sebagai representasi kelas X E3.
Performa memukau dari Ameli ini mendapat apresiasi langsung dari Kepala MAN 1 Bantul. Beliau menyampaikan bahwa lantangan suara Ameli bukan sekadar pembacaan teks, melainkan bentuk syiar nilai kebangsaan.
”Apa yang ditampilkan oleh Ameli pagi ini adalah perwujudan nyata dari nilai-nilai CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). Membaca UUD 1945 di depan publik menuntut mental yang Adaptif dan kecakapan yang Cerdas. Ini adalah sarana penting dalam membentuk Karakter generasi muda yang berjiwa nasionalis dan menghormati sejarah bangsa,” tuturnya.
Lebih lanjut, Kepala Madrasah menegaskan bahwa konstitusi yang dibacakan Amelia mengandung esensi Demokratis dan Anti Diskriminasi. Melalui pembiasaan ini, madrasah berkomitmen menumbuhkan kesadaran hukum dan keadilan sosial agar tertanam kuat di dalam sanubari setiap siswa sejak dini.
Dengan suksesnya Amelia mengemban amanah ini, kelas X E3 membuktikan bahwa keterbatasan usia sementaranya sebagai siswa tingkat pertama tidak menjadi batasan untuk tampil berani, kompeten, dan menginspirasi di lingkungan MAN 1 Bantul. (Ska)

