Peringati Harkitnas, MAN 1 Bantul Integrasikan Karakter dan Nasionalisme melalui Budaya Shalat Berjamaah

BANTUL (MAN 1 Bantul) – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), suasana Masjid Roudhotul Muttaqin MAN 1 Bantul tampak religius pada Rabu siang (20/5/2026). Ratusan warga MAN 1 Bantul, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan, tampak memadati masjid untuk melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah.

Momentum Harkitnas tahun ini dimaknai secara mendalam oleh MAN 1 Bantul melalui pengintegrasian nilai-nilai nasionalisme dan pembentukan karakter bangsa lewat pembiasaan ibadah. Kedua hal tersebut dinilai saling berkaitan dalam menanamkan kedisiplinan, jiwa persatuan (ukhuwah), serta semangat cinta tanah air bagi generasi penerus. Melalui ibadah yang tertib dan berkesinambungan, fondasi moral siswa diperkuat agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab terhadap kemajuan bangsa.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala MAN 1 Bantul, Hj. Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., usai melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah.

“Kebangkitan nasional tidak hanya berbicara tentang kemajuan teknologi atau pembangunan fisik, tetapi yang paling utama adalah kebangkitan karakter dan moral bangsa. Melalui gerakan shalat berjamaah ini, kita sedang membangun fondasi kedisiplinan dan spiritualitas siswa. Jika moralnya kuat, maka nasionalismenya pun akan lurus dan kokoh demi kemajuan Indonesia,” ujar Mafrudah.

Kepala Unit Keagamaan MAN 1 Bantul, Nor Cholis, S.Ag., M.S.I., juga menyampaikan pandangan yang senada.

“Shalat berjamaah adalah miniatur persatuan bangsa. Di dalam shaf, semua sama, tertib, dan patuh pada satu komando imam. Nilai ukhuwah Islamiyah yang terbangun di masjid inilah yang nantinya akan bertransformasi menjadi ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan sebangsa. Inilah wujud nyata integrasi karakter dan nasionalisme,” ujar Nor Cholis.

Guru senior Bahasa Inggris, Eni Sofia, S.Pd., turut menguatkan pentingnya pembiasaan ibadah dalam membentuk karakter siswa.

“Sebagai pendidik, kami melihat perubahan positif yang signifikan pada kedisiplinan belajar siswa ketika pembiasaan shalat tepat waktu terus dijaga. Harkitnas menjadi pengingat bagi kami bahwa mendidik bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk jiwa yang taat beragama dan cinta tanah air,” jelas Eni Sofia.

Sementara itu, siswa kelas XI FD 2, Bilqis Nur Ilmiah, menilai bahwa kedisiplinan dalam shalat memiliki kesamaan dengan semangat perjuangan para pahlawan dalam memajukan bangsa.

“Awalnya shalat berjamaah terasa sebagai kewajiban sekolah, tetapi lama-kelamaan menjadi kebutuhan. Apalagi ketika dikaitkan dengan Hari Kebangkitan Nasional, kami jadi sadar bahwa disiplin waktu shalat mirip dengan disiplin para pahlawan saat berjuang. Kami ingin menjadi generasi yang kuat iman dan siap memajukan bangsa,” terang Bilqis.

Dengan integrasi yang kuat antara nilai spiritual dan semangat nasionalisme, MAN 1 Bantul berkomitmen untuk terus mencetak generasi emas yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga agamis dan berjiwa patriotik. Hal ini sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang terus disosialisasikan, yaitu CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (Chr)