Kepala MAN 1 Bantul Ikuti Benchmarking di MAN 1 Pangandaran, Perkuat Komitmen Madrasah Maju, Bermutu, dan Mendunia

Pangandaran (MAN 1 Bantul) – Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., mengikuti kegiatan benchmarking atau studi tiru yang diselenggarakan Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Daerah Istimewa Yogyakarta di MAN 1 Pangandaran, Jawa Barat, Jumat–Minggu (7–9/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya KKMA DIY mewujudkan visi “Madrasah Jogja Istimewa, Maju Bermutu Mendunia”. Berdasarkan undangan KKMA DIY, kegiatan diikuti 104 peserta yang terdiri atas kepala madrasah, kepala tata usaha, serta kepala dan ketua tim bidang pendidikan madrasah di lingkungan Kanwil Kemenag DIY.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala MAN 1 Pangandaran, Bapak Yudi Hidayat, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan profil singkat madrasah yang menjadi lokasi benchmarking. MAN 1 Pangandaran memiliki 20 rombongan belajar (rombel), berdiri sejak tahun 1993, serta merupakan Madrasah Aliyah dengan SK plus keterampilan.

Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa layanan pembelajaran di MAN 1 Pangandaran telah mengimplementasikan Capaian Pembelajaran (CP) dan Tujuan Pembelajaran (TP) dengan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) serta Kurikulum Berbasis Cinta. Pengembangan peserta didik difokuskan pada 8 dimensi profil lulusan dan panca cinta sebagai fondasi pembentukan karakter.

Pada aspek intrakurikuler, pembelajaran dilaksanakan selama 5 hari dengan mata pelajaran umum reguler serta program keterampilan yang di-mapping pada seluruh kelas dari kelas X hingga XII. Sementara itu, pada kegiatan kokurikuler, madrasah menerapkan penguatan pembelajaran berbasis pendalaman budaya dan adat istiadat leluhur sebagai bagian dari pelestarian nilai-nilai kearifan lokal.

Adapun kegiatan ekstrakurikuler di MAN 1 Pangandaran terdiri atas ekstrakurikuler wajib dan pilihan yang dirancang untuk mengembangkan minat, bakat, serta potensi peserta didik secara optimal.

Dalam penguatan keterampilan, madrasah ini memiliki program unggulan pada bidang tata busana, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta desain grafis. Selain itu, terdapat pula penguatan program Kelas Khusus Olahraga (KKO) dengan unggulan cabang bola voli yang menjadi salah satu identitas prestasi madrasah.

Sementara itu, dalam membangun iklim budaya madrasah, MAN 1 Pangandaran menekankan rasa memiliki terhadap program-program yang dijalankan. Setiap hari Jumat dilaksanakan program “Jumat Cinta” yang diawali dengan sholat dhuha bersama, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan tematik yang berbeda setiap pekannya, yaitu: pekan pertama Mutiara Hikmah, pekan kedua Jumat Literasi, pekan ketiga Jumat Cinta Lingkungan, pekan keempat layanan Bimbingan Konseling (BK), dan pekan kelima Jumat Sehat.

Bagi MAN 1 Bantul, keikutsertaan dalam benchmarking ini menjadi momentum untuk memperoleh wawasan dan inspirasi baru mengenai pengelolaan madrasah, pengembangan program, serta praktik-praktik baik yang dapat diadaptasi sesuai dengan karakter dan kebutuhan madrasah.

Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan studi tiru merupakan kesempatan penting bagi madrasah untuk terus belajar, melakukan refleksi, dan mengembangkan inovasi.

“Benchmarking bukan sekadar melihat apa yang dilakukan madrasah lain, tetapi menjadi ruang untuk belajar, mengambil praktik baik, kemudian mengadaptasinya sesuai dengan kebutuhan dan karakter MAN 1 Bantul. Dengan demikian, setiap pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bahan untuk memperkuat budaya mutu di madrasah,” ujarnya. Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat CADAS BERKELAS yang menjadi nilai penguat budaya MAN 1 Bantul.

Kegiatan benchmarking di MAN 1 Pangandaran diharapkan memberikan inspirasi bagi MAN 1 Bantul untuk semakin memperkuat tata kelola dan inovasi madrasah. Hasil studi tiru selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan program agar MAN 1 Bantul terus bergerak menuju madrasah yang maju, bermutu, dan mendunia.

Keikutsertaan dalam kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen MAN 1 Bantul untuk menjadikan budaya belajar dan berbagi praktik baik sebagai bagian dari proses peningkatan mutu secara berkelanjutan. Dengan semangat CADAS BERKELAS, madrasah terus berupaya menghadirkan layanan pendidikan yang cerdas, adaptif, berkarakter, dan relevan dengan tuntutan perkembangan zaman. (maf)