Yogyakarta (MAN 1 Bantul) — Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menghadiri kegiatan koordinasi Perkemahan Murid Madrasah (PERKAMUDA) 2026 yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (18/8/2026), di MAN 1 Yogyakarta.
Koordinasi tersebut menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan PERKAMUDA 2026 yang mengusung tema “Mewujudkan Pramuka Madrasah Unggul di Era Digital dan Implementasi Ekoteologi pada Gerakan Pramuka di Madrasah.” Kegiatan diikuti oleh unsur madrasah dan panitia PERKAMUDA serta menghadirkan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, H. Sidik Pramono, S.Ag., M.Si., jajaran Tim 1, 2, dan 3 Bidang Pendidikan Madrasah, serta Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY.
Dalam koordinasi tersebut dibahas berbagai hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan sebelumnya sekaligus sejumlah ketentuan dan inovasi untuk PERKAMUDA 2026. Aspek yang menjadi perhatian antara lain keamanan, kedisiplinan, ketertiban, kemandirian peserta, serta penguatan tata tertib selama perkemahan.
Salah satu penekanan yang disampaikan adalah penguatan kemandirian peserta didik, termasuk kewajiban seluruh peserta untuk memasak secara mandiri dan larangan menggunakan layanan pesan-antar makanan selama kegiatan. Panitia juga akan mengatur jam kunjung sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keamanan perkemahan.
Dari sisi konsep kegiatan, PERKAMUDA 2026 diarahkan menjadi perkemahan yang smart, fun, dan berkarakter. Implementasi ekoteologi diwujudkan melalui penggunaan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) dalam berbagai properti perkemahan. Peserta juga akan mengikuti lomba esai tulis tangan dengan panjang 1,5–2 halaman sebagai salah satu sarana mengembangkan kemampuan literasi.
Selain itu, terdapat sejumlah penguatan teknis, di antaranya penggunaan seragam Pramuka lengkap, keikutsertaan madrasah swasta, serta mekanisme penggabungan peserta bagi madrasah yang mengalami keterbatasan. Peserta juga dapat berasal dari berbagai organisasi kepanduan, seperti Pramuka, Hizbul Wathan (HW), maupun Satuan Komunitas (Sako). Penilaian kejuaraan umum nantinya didasarkan pada capaian tingkat kabupaten, bukan berdasarkan nama madrasah.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, H. Sidik Pramono, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan kepramukaan memiliki peran penting dalam pembentukan karakter peserta didik sekaligus mendukung pelaksanaan berbagai program mandatori madrasah.
“Pramuka bukan sekadar kegiatan perkemahan, tetapi menjadi sarana strategis untuk membentuk karakter peserta didik dan menyukseskan program-program mandatori. Karena itu, kegiatan harus dirancang agar memberikan pengalaman yang bermakna bagi murid,” ujarnya.
Pada PERKAMUDA 2026, kegiatan juga akan diperkaya dengan aktivitas yang berorientasi pada kepedulian lingkungan, antara lain tebar benih ikan dan pelepasan burung. Kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat implementasi ekoteologi dalam gerakan Pramuka madrasah.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, menyambut positif penguatan konsep PERKAMUDA 2026. Menurutnya, perpaduan antara kepramukaan, teknologi, karakter, dan kepedulian lingkungan merupakan bentuk pendidikan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini.
“PERKAMUDA menjadi ruang yang sangat baik untuk membentuk peserta didik yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Nilai-nilai tersebut tidak cukup hanya diajarkan di ruang kelas, tetapi perlu dilatih melalui pengalaman nyata,” tutur Mafrudah.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan CADAS BERKELAS yang dikembangkan MAN 1 Bantul, khususnya nilai Cerdas, Disiplin, Adaptif, dan Berkarakter, serta Cinta Lingkungan. Melalui kegiatan kepramukaan, peserta didik diharapkan tidak hanya memiliki kecakapan akademik dan digital, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari.
“Semangat CADAS BERKELAS mengajarkan bahwa kecerdasan harus berjalan bersama karakter. Ketika peserta didik belajar mandiri, menjaga ketertiban, bekerja sama, dan merawat lingkungan dalam sebuah perkemahan, sesungguhnya mereka sedang mempraktikkan pendidikan karakter secara langsung,” tambahnya.
Koordinasi tersebut diharapkan menghasilkan kesiapan yang lebih matang dalam pelaksanaan PERKAMUDA 2026 sehingga kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, menyenangkan, edukatif, dan memberikan dampak positif bagi pengembangan karakter murid madrasah di Daerah Istimewa Yogyakarta. (maf)

