BANTUL (MAN 1 Bantul)– MAN 1 Bantul menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di halaman utama madrasah pada Senin pagi (17/8/2026). Upacara yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh seluruh jajaran guru, pegawai, serta siswa-siswi MAN 1 Bantul dengan berbusana adat Nusantara.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala MAN 1 Bantul membacakan amanat resmi dari Menteri Agama Republik Indonesia. Dalam amanat tersebut, Menag menekankan pentingnya kesiapan aparatur dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pesatnya era Kecerdasan Buatan (AI) dan kemajuan teknologi digital.
Amanat Menteri Agama memuat dua poin krusial yang relevan dengan perkembangan zaman. Pertama, AI Makin Cerdas, Manusia Harus Bijaksana: Seluruh aparatur dan elemen masyarakat dituntut untuk adaptif, inovatif, serta responsif terhadap perkembangan teknologi digital guna menunjang produktivitas bangsa. Kedua, Akhlak Tidak Boleh Tertinggal: Kemajuan teknologi setinggi apa pun harus tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan moralitas yang kokoh agar teknologi digunakan untuk kebaikan bersama.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan pentingnya implementasi amanat tersebut di lingkungan madrasah.
“Pesan Menteri Agama sangat relevan dengan komitmen madrasah kita. Di tengah derasnya arus modernisasi dan integrasi AI dalam dunia pendidikan, siswa dan pendidik tidak hanya dituntut mahir secara teknis, tetapi harus menyaringnya dengan karakter mulia dan ketakwaan.” tegas Kepala Madrasah.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Tata Usaha MAN 1 Bantul, Martiningsih, S.Pd.I., menyampaikan kesiapan dari sisi tata kelola dan pelayanan administrasi.
“Aparatur sipil negara dan tenaga kependidikan di MAN 1 Bantul siap beradaptasi dengan sistem digitalisasi kerja. Pemanfaatan teknologi akan mempermudah tata kelola, namun nilai integritas, etika pelayanan, dan kedisiplinan tetap menjadi pilar utama.” ujar Kepala TU.
Sementara itu, perwakilan guru MAN 1 Bantul, Siti Duriyah, S.Pd., menyoroti tantangan pembelajaran langsung di kelas bersama para siswa.
“AI adalah alat bantu yang sangat luar biasa untuk pembelajaran, namun AI tidak memiliki empati dan akhlak. Tugas kita sebagai guru adalah memastikan siswa tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga memiliki ketajaman etika dan fondasi moral yang kuat saat memanfaatkannya.” Tutur Siti Duriyah.
Rangkaian upacara ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan dan kejayaan bangsa Indonesia, dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh warga madrasah. Hal ini tentunya sejalan dengan tagline MAN 1 Bantul yang sedang gencar disosialisasikan: CADAS BERKELAS (Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart, Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi). (chr).

