BANTUL (MAN 1 Bantul) — Suasana pembelajaran di Laboratorium Komputer MAN 1 Bantul berlangsung interaktif dan sarat nilai-nilai etika pada Rabu (12/8/2026). Kelompok siswa kelas X E7 yang beranggotakan Muhammad Farhan Tricahyo, Sulthon Aliyya Harjuna, Muhammad Zaki Ahadan, dan Defvien Luveno Nurdiyansya tampil percaya diri mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka pada mata pelajaran Informatika bab Kemampuan Generik.
Mengusung tema “Etika Komunikasi Digital (Netiket)”, Farhan dan timnya memaparkan materi dengan memanfaatkan sajian presentasi yang komunikatif. Mereka membedah pentingnya menjaga kesantunan dalam berinteraksi di dunia maya, menghormati hak privasi orang lain, menyaring informasi sebelum membagikannya, serta berkomitmen menolak segala bentuk perundungan siber (cyberbullying).
Sesi diskusi berlangsung hidup saat para audiens diajak memahami bahwa kecakapan mengoperasikan media digital harus senantiasa berjalan berdampingan dengan rasa empati, tanggung jawab, dan moralitas yang tinggi di ruang siber.
Kepala MAN 1 Bantul, Mafrudah, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi tinggi atas kedalaman materi dan keberanian para siswa dalam menyampaikan gagasannya di depan publik. Beliau menyampaikan bahwa penguasaan etika digital merupakan benteng moral yang sangat krusial bagi generasi muda saat ini.
“Pemaparan materi netiket yang dibawakan oleh Farhan, Sulthon, Zaki, dan Defvien ini merupakan wujud nyata penjelmaan dari tagline madrasah kita, CADAS BERKELAS—Cerdas, Agamis, Demokratis, Adaptif, Smart; Berkarakter, Cinta Lingkungan, dan Anti Diskriminasi. Ketika para siswa mengajak sesamanya untuk berkomunikasi secara santun dan bijak di dunia maya, mereka sedang menerapkan nilai agamis, berkarakter, dan anti diskriminasi,” ujar Mafrudah.
Lebih lanjut, Mafrudah menekankan pentingnya mengintegrasikan keluhuran budi pekerti ke dalam ranah teknologi modern.
“Menjadi pribadi yang smart dan adaptif di era digital tidak hanya diukur dari kemahiran menguasai perangkat, tetapi juga dari bagaimana kita menjaga rasa hormat dan kesantunan kepada sesama pengguna internet. Kami berharap melalui pembelajaran Informatika ini lahir generasi madrasah yang cerdas berteknologi, berakhlak mulia, dan siap menjadi teladan warga digital yang bertanggung jawab,” pungkasnya.
Melalui kegiatan presentasi ini, MAN 1 Bantul terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran Informatika yang inovatif, aplikatif, serta berorientasi pada pembentukan peserta didik yang cerdas digital dan berintegritas tinggi. (ska)

